Mom and Kids

Melatih Keberanian dan Membatasi Gadget

Menanamkan karakter pemberani pada anak bisa dengan berbagai cara, termasuk dengan mengikutkan anak berlomba sepeda dorong alias pushbike.

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Kenzi Yudhistira Armanda bersama ibu saat lomba pusbike 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menanamkan karakter pemberani pada anak bisa dengan berbagai cara, sebagaimana drg Ferdio Armanda dan istrinya Najwa Noor Alfaina Zahra yang caranya melatih sang anak berlomba sepeda dorong alias pushbike.

Beberapa prestasi diraihnya, Juara II Novice kategori boys 2021 (Banjar Runbike Exhibition Race), Juara II Kategori Boys 2021 (Super Afakilau Regional 5), Juara V Utama Kategori Boys 2020 (Banjarbaru Balance Bike Competition 2024).

Anak pertama mereka, Kenzi Yudhistira Armanda, kelahiran Juni 2021, dilatih pemberani di arena balapan pushbike, juga berani dan mandiri di sekolah tanpa didampingi atau ditunggu di sekolah.

"Terpenting pula adanya tanggung jawab dalam menyelesaikan sesuatu sampai selesai," kata sang ibu, Najwa.

Sebagai orangtua, menghadapi generasi alpha tentunya memberikan perhatian yang lebih pada psikis dan emosional anak. 

"Orangtua harus tahu potensi dan kelemahan anak agar bisa mengarahkan ke arah yang tepat dan mengasah potensinya," kata warga Sungai Ulin, Banjarbaru ini.

Ia juga memberi aturan tentang gadget yaitu membatasi bermain gadget dan mengenalkan anak dengan aktivitas di dunia luar atau dunia nyata. 

"Anak harus memahami apa yang boleh dan tidak boleh diakses di internet," jelasnya.
Kenzi yang saat ini sebagai siswa kelompok bermain, diajari untuk berinteraksi langsung dengan orang lain.

Mengerti perasaan orang lain, menanamkan budi pekerti yang baik terhadap yang lebih tua, selalu menyempatkan waktu untuk quality time dengan anak tanpa gadget

Jadi ada pembatasan screen time (durasi layar Hp) pada anak, supaya anak bisa eksplor pada lingkungan sekitarnya.

Najwa dan suami juga menerapkan sejak dini dasar pendidikan agama, moral dan etika pada.
"Kami percaya bila dasar agamanya baik, aja untuk ke depannya jauh lebih baik," tandasnya.

Harapan semua orangtua adalah anak menjadi orang sukses dan selalu mendukung serta membimbing apa yang dicita-citakan anak. "Demikian pula Kenzi yang katanya ingin menjadi dokter gigi seperti papahnya," seloroh sang ibu, Najwa.

Agar anak bisa fokus menggapai cita-cita, sebagai orangtua mengajarkan anak agar dapat bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan. “Mengatur waktu untuk menggapai apa yang dituju, menanamkan percaya diri, ketekunan," katanya.

Jadi, biarkan anak memilih apapun diinginkan, menunjukkan cara menggapai suatu tujuan, bahwa menggapai tujuan ada beberapa langkah, tidak bisa cuma dalam satu langkah. (dea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved