Berita Banjarmasin

Sambut Hari Ibu 2024, AIMI Kalsel Beri Konseling Menyusui Gratis 

AIMI Kalsel turut meramaikan peringatan Hari Ibu 2024 diKota Banjarmasin dengan membuka gerai konseling layanan konseling menyusui gratis

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
Sari untuk BPost
Gerai konseling menyusui gratis yang dibuka oleh AIMI Kalsel dalam acara Peringatan Hari Ibu, Minggu (15/12/2024). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Selatan turut meramaikan peringatan Hari Ibu 2024 yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Minggu (15/12/2024). 

Dalam acara ini, AIMI Kalsel membuka gerai layanan konseling menyusui gratis untuk membantu para ibu yang menghadapi kendala menyusui.

Salah satu pengunjung, Ikfa, ibu empat anak, mengungkapkan masalah yang dihadapinya saat menyusui anak keempatnya yang berusia empat bulan. 

Ia khawatir ASInya tidak mencukupi karena sang bayi menolak menyusu, sementara ia merasa memiliki kondisi “puting tenggelam” yang menyulitkan proses menyusui.

Baca juga: Boyong Princess R Keluar Rumah Reino Barack, Syahrini Pamer Menyusui sang Bayi

Baca juga: Menyusui Perlu Dukungan Semua Pihak, AIMI Kalsel Gandeng Organisasi Perempuan Hingga Gerkatin

Sari, konselor menyusui AIMI Kalsel, menegaskan bahwa setiap ibu pada dasarnya dapat menyusui. 

“Bayi sebenarnya menyusu pada payudara, bukan pada puting. Dengan teknik yang tepat, kondisi seperti ini masih dapat diatasi,” jelasnya. 

Ia juga menekankan pentingnya frekuensi menyusui untuk meningkatkan produksi ASI.

“Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan, karena isapan bayi mengirim sinyal ke otak untuk memproduksi ASI,” tambah Sari.

Konselor lain, Ayie, menyoroti pentingnya menghindari penggunaan media dot dalam pemberian makan bayi, terutama pada usia bayi di bawah enam bulan. 

“Pada usia empat bulan, satu-satunya kebutuhan makanan bayi adalah ASI. Fokuskan pada menyusui langsung agar kebutuhan bayi terpenuhi,” ujar Ayie.

Dalam acara tersebut, AIMI Kalsel juga melakukan sosialisasi kepada 150 tamu undangan tentang pentingnya menyusui. Mereka mengingatkan bahwa keberhasilan menyusui memerlukan dukungan dari keluarga hingga lingkungan kerja. 

Baca juga: Hak Menyusui bagi Buruh Perempuan, Refleksi Hari Buruh

AIMI Kalsel mendorong penyediaan fasilitas seperti ruang laktasi serta kebijakan yang mendukung ibu bekerja untuk tetap menyusui atau memerah ASI.

“Sebagaimana yang diatur dalam UU Kesehatan, ASI adalah hak bayi, dan ibu wajib mendapatkan dukungan serta informasi yang memadai selama proses menyusui,” jelas Sari.

Melalui program ini, AIMI Kalsel berharap semakin banyak pihak yang peduli untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keberhasilan menyusui, baik di rumah maupun tempat kerja.

(Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved