Book Lover

Pentingnya Membaca bagi Calon Pendidik

Membaca bagi Deka dapat membantu menambah wawasan, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan memperkaya strategi pembelajaran.

|
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Deka Arini 

Membaca dapat membantu menambah wawasan, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, memperkaya strategi pembelajaran, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, menjadi teladan bagi murid dan lain sebagainya.

Ditegaskan Deka Arini, membaca sangat penting bagi seorang calon pendidik karena memiliki dampak besar pada kompetensi profesional, pengembangan diri, dan efektivitas dalam mendidik siswa. 

"Manfaat dari membaca buku tentunya sangat banyak, buku dapat menjadi media untuk mengekspresikan perasaan, kemudian buku kegemaran saya yang jenisnya adalah pengembangan diri membuat saya belajar lebih banyak tentang diri saya," ujar gadis kelahiran Kolam Kiri, 23 Agustus 2006 ini.

Arini jadi tahu apa yang harus ia lakukan dan apa yang tidak boleh ia lakukan, kemudian ia lebih percaya diri karena dengan membaca buku akan membuat semakin memiliki banyak kosa kata sehingga membantu dalam public speaking, dan hal tersebut membawanua menjadi Best Culture pemilihan PGSD PG-PAUD Campus Ambassador 2024

Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini suka membaca sejak duduk di bangku SD. 

"Buku yang saya baca bisa dibilang sederhana, seperti cerita fabel. Saya juga suka membaca puisi, serta menulis cerita, yang membawa saya akhirnya dapat menerbitkan buku di perpustakaan nasional bersama rekan sekolah saya dalam kegiatan Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional pada tahun 2021-2022 yang diselenggarakan oleh Nyalanesia," paparnya.

Bahan bacaan yang ia gemari tentunya beragam, saat masih kecil suka membaca buku cerita fantasi, kemudian berajak dewasa  menyukai buku pengembangan diri, menurut saya penting untuk menguatkan karakter diri.

"Waktu membaca bisa disesuaikan dengan aktivitas saya, karena sejak SMA saya merupakan siswa yang aktif dalam kegiatan lomba, sehingga saya biasanya menghabiskan waktu membaca saya di malam hari apabila tidak ada perkerjaan rumah yang harus saya kerjakan, namun apabila ada perkerjaan rumah pun saya akan tetap meluangkan waktu untuk membaca buku," jelasnya.

Diakuinya, terkadang lupa menghitung waktu apabila sudah membaca buku, namun yang ia pernah ingat, biasanya  menghabiskan waktu satu jam untuk membaca buku

Beli buku, tidak dapat ditentukan waktunya, apabila ada buku yang menarik perhatian  dan kebetulan ia inginkan, ia akan beli. 

"Namun saya juga sedang berusaha untuk menahan diri membeli buku yang berlebihan agar buku-buku yang saya baca lebih teratur dan saya akan kembali membeli setelah buku bacaan saya sudah habis,' ungkapnya.
 
Selain itu ia lebih suka membeli buku offline, ia merasakan beberapa momen yang tidak dapat dijelaskan ketika memasuki toko buku,  menyukainya, namun tidak memungkiri juga  membeli di online store karena bahan bacaan yang ia cari lebih mudah untuk ditemukan.

"Membeli buku merupakan hal yang membuat dilema terutama dalam memilih mana yang harus saya pilih terlebih dahulu, namun saya biasanya membeli cukup 1-2 buku paling banyak dalam satu kali kunjungan ke toko buku," tegasnya.

Beberapa koleksi dimilikinya, novel Origami Hati karya Boy Candra, Hand Book Rangkuman dan soal pembahasan Matematika Biologi SMA kelas X, Xl, Xll oleh Maestro Eduka, Rumus Pintar IPA Sekolah menengah Pertama oleh Pustaka Media, Atomic Habits (Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa) karya James Clear, Bicara Itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang.

"Buku paling berkesan adalah Atomic Habits, buku ini merupakan buku impian saya sejak lama, saya sangat terkesan dengan isinya yang sangat berkontribusi pada kehidupan saya saat ini karena kebiasaan-kebiasaan baik yang saya pelajari," tandasnya. (dea)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved