Berita Ekonomi

Harga Gabah di Kalsel Naik, Nilai Tukar Petani Meningkat

Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan Desember 2024 sebesar 115,43 dan Harga Produsen Gabah Desember 

Penulis: Salmah | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
Ladang pertanian setelah dipanen, di Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan Desember 2024 sebesar 115,43 dan Harga Produsen Gabah Desember 2024, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat Petani naik 2,41  persen dan Harga Gabah di tingkat Penggilingan naik 1,98 persen.

Martin Wibisono, Kepala BPS Kalsel, memaparkan, NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). 

"NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi," jelasnya.

NTP Kalimantan Selatan Desember 2024 sebesar 115,43. Angka ini menunjukkan petani mengalami kenaikan dalam hal perdagangan ketika tingkat rata-rata harga yang diterima mengalami kenaikan yang lebih cepat daripada tingkat rata-rata harga yang dibayar untuk konsumsi rumah tangga dan biaya produksi terhadap tahun dasar atau NTP di atas 100. 

Baca juga: Kepsek SDN 001 Nunukan Selatan Kaltara Usulkan Ada Tambahan Susu di Menu Makan Bergizi Gratis

Baca juga: BREAKING NEWS - Satpol PP Tertibkan Pedagang Buah dan PKL di Handil Bakti Batola

Pada Desember 2024, nilai Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalimantan Selatan naik sebesar 0,60 persen, sementara nilai indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,03 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Selatan Desember  2024 sebesar 117,72; naik sebesar 1,33 persen dibandingkan NTUP pada bulan November 2024.

Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah Desember 2024. NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). 

Naiknya It gabungan pada Desember 2024 disebabkan oleh naiknya It pada hampir seluruh sebsektor penyusunnya, kecuali subsektor peternakan. Kenaikan It tertinggi terjadi pada subsektor tanaman hortikultura sebesar 3,17 persen. 

Sementara kenaikan It subsektor lainnya berkisar antara 0,25-2,57 persen. Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib). Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. 

Pada Desember 2024, secara gabungan Ib naik atau terjadi inflasi sebesar 0,44 persen bila dibanding Ib November 2024, yaitu dari 121,10 menjadi 121,64. 

Berdasarkan kelompok penyusunnya, nilai Indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) naik sebesar 0,60 persen, sementara nilai Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,03 persen. 

Kenaikan IKRT disebabkan naiknya harga-harga komoditas pada beberapa kelompok pengeluaran terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

 (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved