Tribun Smart
Hayatun Nida Punya Trik Bisnis dan Aktif Bikin Konten
Menjadi mahasiswa tidak sekadar belajar secara akademis tapi juga belajar menjadi mandiri dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Menjadi mahasiswa tidak sekadar belajar secara akademis tapi juga belajar menjadi mandiri dan memberikan manfaat bagi banyak orang, itulah yang dilakukan gadis satu ini.
Creative team media and entrepreneur, demikian profesi Hayatun Nida selain berkuliah Ilmu Komunikasi di ULM. Ya, saat ini, perempuan kelahiran Barabai 1 Januari 2002 tersebut aktif sebagai creative team di @hellokalsel, entrepreneur di @kakanyangan, dan Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Kota Banjarbaru.
Khususnya sebagai entrepreneur, mahasiswi semester lima ini berwirausaha bidang kuliner yang difasilitasi kampus melalui Program Kampus Merdeka.
"Usahanya adalah kuliner, jualan makanan kekinian macam katsu dan karage. Alhamdulillah berjalan lancar," katanya, seraya mengatakan usaha itu dikelola bertiga dengan teman.
Awalnya karena ada peluang dari kampus yaitu Program Kampus Merdeka untuk menyalurkan dana hibah kepada mahasiswa yang ingin berwirausaha secara kelompok dengan syarat minimal tiga orang.
Mereka ajukan proposal ke fakultas, setelah menunggu sebulan kemudian proses presentasi dan wawancara. Akhirnya terpilih lima tim mendapat dana hibah.
"Dana hibah tersebut salah satunya kami anggarkan untuk sewa ruko. Alhamdulillah sudah berjalan sebulan, usahanya lancar," kata Nida.
Sebelumnya, diakui Nida bahwa ia juga saat SMA pernah berwirausaha sendiri, juga bidang kuliner namun tidak berjalan lancar dan gagal.
"Sebelum dapat dana hibah, saya dan teman juga merintis usaha kuliner dengan sistem online dan titip ke outlet-outlet, ternyata laku," katanya.
Produk makanan kekinian itu pengolahan dan penjualan serta promosi mereka kerjakan secara tim, jadi ada yang produksi, pelayanan, dan Nida sendiri pemasarannya. "Saya bikin konten, share ke sosial media," katanya.
Dalam hal trik usaha, Nida memaparkan, memang harus memanfaatkan sosial media, apalagi sekarang orang tidak bisa lepas dari sosial media.
"Sekarang kan lebih mudah dari zaman dulu, media sosial ada fitur iklan, asalkan aktif tidak malas mempromosikan," katanya.
Jadi mesti pandai memanfaatkan teknologi. Selain itu dalam wirausaha jangan malu, karena usaha bisa tidak akan berkembang. Juga jangan mudah menyerah dan harus kreatif.
Dalam hak trik membuat konten, menurut Nida jangan sesuai kehendak diri kita tapi pikirkan apa yang disukai orang lain.
"Zaman sekarang orang senang lihat konten yang enak disimak, konten yang menghibur, lucu, menarik. Beda dengan dulu konten lebih seperti presentasi, kalau sekarang bisa di-skip, sia-sia jadinya. Makanya harus ikuti tren sekarang terutama selera Gen Z," tandasnya.
Nida juga kerap menerapkan metode ATM alias amati, tiru dan modifikasi untuk strategi dalam berpromosi dan membuat konten. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Hayatun-Nida.jpg)