Berita Banjarmasin

Libur Tahun Baru dan Imlek Isra Mi'raj, Ini  Layanan  Badan Mutu KKP Kalsel

Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap membuka layanan di hari libur dan cuti bersama dalam rangka Isra Mi'ra

Editor: Edi Nugroho
Istimewa
Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap membuka layanan di hari libur dan cuti bersama dalam rangka Isra Mi'raj dan Tahun Baru Imlek. 

BANJARMASINPOST.CO,ID - Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap membuka layanan di hari libur dan cuti bersama dalam rangka Isra Mi'raj dan tahun baru Imlek.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (KKP)|, Hafit Rahman selaku Kepala UPT Badan Mutu KKP Kalimantan Selatan dalam keterangan pers yang diterima Banjarmasinpost.co.id, pihaknya berkomitmen pihaknya selalu memberikan pelayanan prima

Selain itumemudahkan pengguna jasa dengan tetap membuka layanan di hari libur dan cuti bersama dalam rangka Isra Mi'raj dan Tahun Baru Imlek.

Menurutnya, seiring dengan tuntutan pelayanan publik yang prima guna mendorong perkembangan sektor kelautan dan perikanan melalui fasilitasi perdagangan komoditas perikanan, maka dalam rangka meningkatkan pelayanan sertifikasi mutu hulu - hilir, Badan Mutu saat ini sedang mengembangkan sistem informasi berbasis digital siap mutu. 

Baca juga: Gelar Aksi, Ormas Ini Galang Dana Bagi Korban Banjir di Wilayah Kabupaten Banjar

Baca juga: Lokasi Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Busana di Gunungraja Tala, Jauh Dari Pemukiman Penduduk

Sistem ini, lanjutmya, mengintegrasikan layanan sertifikasi penjaminan mutu hulu (primer) yang meliputi pembenihan yang baik (CPIB), Pembesaran yang baik (CBIB), Pembuatan Pakan (CPPIB), Pembuatan Obat (CPOIB), Distribusi Obat Ikan (CDOIB), Penanganan Ikan diatas Kapal (CPIB), Penjaminan mutu perikanan pasca panen (SKP dan HACCP yang teritegrasi dengan Sistem OSS BKPM. 

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen memberikan kemudahan dalam pelayanan ekspor komoditas perikanan. 

Melalui fasilitasi pelayanan digital, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) memastikan layanan sertifikasi mutu atau Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang dipersyaratkan negara tujuan bisa diakses 24 jam dan setiap hari. 

"Kami menyadari pentingnya ekspor, karenanya layanan kami tetap buka walaupun tanggal merah alias tidak mengenal hari libur," ujar Kepala Badan Mutu, Ishartini di Jakarta, Senin (27/1). 

Lebih lanjut, Ishartini menyebut jajarannya telah memiliki sistem pengurusan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai bagian dari sistem jaminan mutu hasil kelautan dan perikanan (SJMKHP) secara digital melalui HONEST atau HACCP Online System. Dikatakannya, sistem yang dibuat untuk mengubah metode pengurusan offline menjadi online agar penerbitan sertifikat HACCP yang dipersyaratkan Negara tujuan ekspor lebih cepat dan mudah. 

Setidaknya ada 9 keuntungan dan kemudahan yang akan didapatkan masyarakat melalui digitalisasi layanan ini, yaitu meningkatkan kecepatan proses, meningkatkan efisiensi, meningkatkan akurasi data dan informasi, meningkatkan transparansi, mengurangi waktu pengajuan, mengurangi biaya, meningkatkan kemudahan monitoring, meningkatkan kemudahan evaluasi, serta mempermudah integrasi dengan sistem lain. 

"Ini komitmen kami untuk mewujudkan pelayanan prima dan memudahkan pelaku usaha," kata Ishartini. 

Melalui layanan prima, Ishartini berharap produk kelautan dan perikanan tetap terjaga keberterimaannya di negara tujuan ekspor. 

Tercatat, pada tahun 2024 sebanyak 140 dari 195 negara di dunia telah menjadi pangsa pasar produk kelautan dan perikanan Indonesia. 

Selain itu, selama tahun 2024, sebanyak 4.424 sertifikat HACCP diterbitkan dan 1.201 unit pengolah ikan (UPI) di Indonesia telah disertifikasi HACCP. 

"Tahun lalu produk perikanan Indonesia telah diterima di 140 negara, tentu ini tugas kami untuk menjaga, termasuk meyakinkan negara lain untuk tak ragu menerima produk Indonesia," tegasnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved