BTALK
Tambang Tak Jamin UKT Gratis
Wacara pemberian konsensi tambang ke kampus mendapat pro dan konta dikalangan citivitas kampus, ini kata Ketua BEM ULM dan BEM UMB
Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID - Polemik pemberian konsensi atau IUP (Izin Usaha Tambang) oleh pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk perguruan tinggi, bergulir. Prokontra antar-civitas akademika pun terjadi.
Mengenai sikap mahasiswa, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (BEM ULM) Adi Jayadi dan Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) Ahmad Ryan Tryantama mengungkapkannya melalui program B-Talk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Kamis (30/1).
Dipandu Jurnalis Rahmadhani, perbincangan dapat diikuti di akun YouTube Banjarmasin Post News Video, Facebook BPost Online dan Instagram @banjarmasinpost. Berikut petikannya:
Bagaimana mahasiswa UMB menyikapi wacana pemberian konsensi tambang untuk kampus?
Tama : Dari perspektif saya sangat kontra. Karena banyak pertimbangannya. Dari RUU Minerba saja, pemerintah kebut semalam. Tanpa sosialisasi. Jika kampus ikut mengelola tambang, fokusnya akan beralih dari Tridharma Perguruan Tinggi. Pendidikan kita saat ini bisa dibilang bukan top priority.
Bagaimana BEM ULM? Apakah sejalan atau tidak dengan respons rektor yang mendukung?
Adi : Ini jelas merupakan barang yang tak seharusnya diloloskan. Dari respons rektor yang positif, ini harus ditimbang lagi dan dikaji betul-betul. Perlu dipertimbangkan fungsi pendidikan. Nilai dari Tridharma Perguruan Tinggi menjadi lepas. Dengan respons yang diberikan itu, kami agak kecewa. Kami selalu mengedepankan nilai keberdampakan bahkan nilai perguruan tinggi. Ketika respons pimpinan kampus positif, maka kami merasa menjadi tombak utama untuk mengkritisinya.
Rencana ini untuk meringankan biaya kampus. Bagaimana menurut anda?
Tama : Ada banyak cara lain yang bisa kita lakukan. Di negara lain pendidikannya lebih terjangkau dan berkualitas tanpa mengelola tambang. RUU ini bahkan berpotensi negatif. Akan ada kepentingan lain yang meruntuhkan nilai pendidikan
Bagaimana jika uang kuliah tunggal (UKT) gratis?
Adi : Bahkan memberikan izin pengelolaan tambang ke Ormas saja sudah salah, apalagi ke pendidikan. Siapa yang bisa menjamin UKT gratis? Siapa yang bisa menjamin kampus bisa mengelola tambang? Nilai yang kita bangun hari ini, itu yang harusnya dikedepenkan. Masih banyak cara lain untuk membantu biaya kampus tersebut.
Sikap BEM yang berbeda dengan kampus, apakah sudah ada komunikasi dengan kampus?
Adi : Memang komunikasi yang terjalin belum intens. Namun ke depan, kebijakan apapun yang dirasa tidak sesuai regulasi, kami bakal selalu di depan untuk menyuarakan.
Tama : Kami sejalan dengan pimpinan. Terlepas dari respons pimpinan, kami sebagai mitra kritis
kampus, selama itu melanggar dan tidak sesuai dengan norma yang ada, kami selalu kritisi itu. Kami juga selalu diskusi dan ngobrol terkait tentang kebijakan ataupun respons dari kampus terkait hal ini.
Banyak pengamat mengatakan ini cara halus pemerintah menutup daya kritis kampus. Bagaimana menurut anda?
Tama : Jadi ada kemungkinan perguruan tinggi mau dibungkam. Mungkin itu yang bisa saya tangkap hari ini. (sul)
Izin Usaha Tambang
Presiden Prabowo Subianto
BEM ULM
Tambang
perguruan tinggi kelola tambang
Banjarmasinpost.co.id
BEM UMB
| Tampung 481 Warga Binaan, Lapas Perempuan Martapura Juga Sediakan Posyandu |
|
|---|
| Strategi ‘Menteri Kesehatan & Keuangan Rumah Tangga’ Menghadapi Krisis Global |
|
|---|
| Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik Banjar Raya, Libatkan 3 Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Mengintip Peran Steward 'Melayani' Penonton dalam Pertandingan di Stadion 17 Mei Banjarmasin |
|
|---|
| Tiket Pesawat ke Banjarmasin Langka dan Mahal, Begini Penjelasan GM Angkasa Pura |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Perbincangan-mengenai-rencana-pemerintah-berikan-konsensi-tambang-buat-PT.jpg)