Mom and Kids
Manfaat Anak Senang Berbagi
Mengajarkan anak berbagi sejak dini sangat penting untuk membekali mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang terpuji di masa dewasa kelak.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Mengajarkan anak berbagi sejak dini sangat penting untuk membekali mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang terpuji di masa dewasa kelak.
Sebagaimana Edward Aufar Sugiharto, bocah kelas satu SDIT Ukhuwah Banjarnasin yang sejak dini diajarkan orangtuanya untuk pandai berbagi dengan tulus ikhlas.
Edward yang lahir di Banjarmasin pada 3 Agustus 2017, tidak pernah berat hati jika ada orang perlu pertolongan, sebaliknya ringan hati memberi bantuan tenaga maupun uang.
Anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Gerard Sugiharto dan Muliyani warga Jl Gatot Subroto, Banjarmasin ini, sudah bisa menghasilkan pendapatan sendiri.
Ya, Edward adalah dai cilik yang juga didaulat untuk tampil tausiyah di berbagai acara, dan ia juga kerap tampil berkompetisi meraih juara beberapa perlombaan.
"Saat memenuhi undangan acara untuk bertausiyah ia mendapat tanda terima kasih berupa uang, begitu juga saat menenangkan lomba, nah, uang itulah yang ia bagi-bagikan," seloroh Muliyani.
Saat pulang ke rumah, ia tak berpikir uang didapatnya untuk diri sendiri, karena sampai di rumah ia bagikan kepada siapapun termasuk asisten rumah tangga di rumahnya.
"Kalau ada orang butuh bantuan, ia tidak segan kasih uang, saat ada yang bilang tak punya uang, juga ia kasih," tukasnya.
Ayah dan ibunya yang menjadi tauladan dalam hal senang menolong dan berbagi, karakter Edward juga terbentuk karena di rumahnya rutin digelar majelis taklim.
"Dari apa yang didapat dari sirahaman rohani di majelis taklim, diaplikasikan. Biasakan tangan di atas, tidak perlu banyak yang penting ikhlas," kata Muliyani.
Bahkan tatkala ada tetangga yang menggelar hajatan atau resepsi perkawinan, Edward yang senang bergaul juga ikut semangat membantu.
"Padahal dia masih kecil tapi sebisanya membantu, ya susun air mineral gelas di meja atau apapun yang ia mampu, sampai ayahnya takjub melihat anaknya," tukas Muliyani.
Pastinya dari senang berbagi dan menolong itu anak akan memahami perasaan orang lain, peka, dan peduli terhadap kebutuhan sesama.
Anak akan bersyukur terhadap apa yang dimilikinya. Peduli terhadap orang lain, terutama yang mengalami kesulitan. Menumbuhkan rasa solidaritas dengan sesama.
Anak juga akan memiliki banyak teman dan mudah menjalin hubungan baik dengan orang lain. Seperti Edward yang mudah bergaul dan cepat akrab dengan orang lain.
Kemampuan Edward sebagai dai cilik, bermula ketika ia dilihat ustadz di sekolahnya sudah pandai membaca dan berhitung, berbeda dengan beberapa siswa yang masih perlu bimbingan supaya lancar.
"Anaknya memang cerdas, usia tiga tahun sudah bisa berhitung dan membaca," kata Muliyani, sang ibu.
Di sekolah, ia diajak ustadz untuk dilatih sebagai dai cilik. Saat kemampuannya terlihat barulah diikutkan mulai lomba tingkat kelurahan menang, tingkat kota, Propinisi bahkan hingga tingkat nasional.
"Anaknya memang percaya diri, makanya saat dilatih ustadz-nya, kemampuannya meningkat dan meraih beberapa gelar juara," kata Muliyani.
Prestasi Edward, Juara 1 Dai Cilik Kota Banjarmasin, Juara 1 Dai Cilik Prov Kalimantan Selatan dan Juara Harapan 1 Dai Cilik Tingkat Nasional. Selain itu Juara 1 Nanang Cilik tahun 2024-2025.
Edward yang periang, dalam kondisi apapun juga tidak pernah mengeluh, saat karantina di asrama haji untuk lomba dai, ia tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan.
"Satu kamar diisi delapan orang, membuat ruangan agak terasa gerah karena alat pendingin kurang, kamar mandi harus antri, ternyata edward tenang saja, malah banyak berteman dan akrab siapa saja," pungkas Muliyani. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Edward-Aufar-Sugiharto3.jpg)