Berita HST
Jasa Setrika Arang Jadul di Pasar Garuda Barabai Masih Bertahan, Segini Tarifnya
Saat ini jasa setrika menggunakan setrika jadul di Pasar Garuda, Barabai tetap eksis, segini tarif jika kalian ingin menyetrika pakaian kalian
Penulis: Hanani | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Zaman boleh serba digital. Banyak pekerjaan yang dimudahkan dengan peralatan elekronik. Mau memasak nasi tinggal colok ricecooker ke ke listrik.
Begitu pula jika hendak menyetrika pakaian, tinggal colok ke listrik. Namun, hal itu tidak dilakukan pemilik usaha jasa setrika di Pasar Garuda Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Misran Iberahim (43).
Dia memilih menggunakan setrika jadul (jaman dulu). Setrika legend berbahan bakar arang halaban.
Terbuat dari besi tebal, setrika seberat 5 kilogram ini menghantarkan panas tinggi. Membuat pakaian lebih rapi dan licin setelah disetrika. Membuka usaha jasa tersebut di pusat pertokoan tukang jahit Pasar Garuda, Misran melayani nyetrika tiap hari.
Arang arang halaban dimasukkan ke dalam setrika, lalu dikipasi hingga bara api menyala. Menurut Misran, meski tak seramai tahun 1980-an, jasa nyetrika yang digelutinya masih diminati.
Baca juga: Haul Ke-5 Guru Zuhdi, Jemaah Meluber Hingga Perempatan Jalan S Parman-Belitung Banjarmasin
Baca juga: MK Minta Pemungutan Suara Ulang Pilkada Banjarbaru, Ini Respons Tim Pemenangan Lisa-Wartono
Khususnya untuk pakaian kerja, seperti ASN dan pegawai lainnya, baik jenis kemeja maupun celana, serta dress wanita.
“Kebanyakan kemeja. Kalau ada yang minta setrikakan dress, biasanya karena pemiliknya ingin lebih rapi dan licin,”ungkap Misran kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (25/2/2025).
Untuk tarif, dihitung per lembar. Kemeja dan celana panjang, Rp 2.500. Sedangkan untuk pakaian Wanita, seperti gamis dan dress, tergantung detil cuttingannya. Sebab, butuh waktu melicinkannya jika banyak detil.
“Jika biasa saja, misalnya tanpa rumpel, Rp 5000 selembar. Jika banyak detil modelannya, Rp 8.000 per lembar,”kata Misran.
Apa yang membuat usaha setrika zadul ini masih eksis? Kata Misran, hasilnya lebih memuaskan. Lebih rapi dan licin. Juga ada bahan kain tertentu yang hanya bisa licin dengan setrika arang.
Meski tingkat kepanasanya tak bisa disetel, namun kata Misran masalah itu bisa diatasi dengan mengurangi bara apinya dalam setrikaan.
Usaha jasa ini dirintisnya sejak tahun 1990. Menerukan usaha kakek dan ayahnya. Mulai buka sejak pukul 10.00, Misran bisa saja lembur sampai malam jika banyak yang mengantar pakaian untuk disetrikakan.
Untuk usahanya itu, Misran hanya bermodal satu kilogram arang halaban rata-rata tiap hari. Sedangkan jika menggunakan Listrik, dia mengatakan tak mampu bayar tagihannya.
Di Pasar Garuda, selain Misran, jasa menyetrika tinggal satu orang lagi, yang petak tokonya ada di lantai 2 Pasar Garuda. Misran pun menyatakan tetap menjalankan usaha itu, selama pengguna jasanya masih ada.
(banjarmasinpost.co.id/hanani)
Perkuat Tulang dan Gigi Anak, Ini Cara Pemkab HST Tekan Angka Stunting |
![]() |
---|
Jelang Maulid Nabi, Harga Bahan Pokok di Pasar Keramat HST Stabil, Cek Harga Ikan dan Daging |
![]() |
---|
Pemerintah Siapkan Pengakuan Hukum Adat, Masyarakat Meratus di HST Tetap Tolak Taman Nasional |
![]() |
---|
Siap Beroperasi Tahun Ini, Dandim HST Tinjau Bangunan Koramil Batang Alai Timur |
![]() |
---|
Raih Dua Penghargaan, Polres HST Jadi Teladan Tata Kelola Keuangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.