Mom and Kids

Tak Dituntut Harus Juara

Sejak usia empat tahun, Adila Humaira Putri sudah mengenal dunia modeling. Selama setahun dibina dan sering mengikuti lomba akhirnya berbagai prestasi

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Adila Humaira Putri bersama sang ibu 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejak usia empat tahun, Adila Humaira Putri sudah mengenal dunia modeling. Selama setahun dibina dan sering mengikuti lomba akhirnya berbagai prestasi juara 1 ia dapatkan.

Hebatnya pula, Adila dapat penghargaan sebagaj talent berprestasi dari Bupati Kapuas baru-baru ini . 

Adila kelahiran Martapura 30 November 2017 adalah putri dari M Adhi Nunsi dan Yenny Irma warga Komplek Balitan Karang Anyar, Banjarbaru.

"Anaknya memang berani tampil walau diawalnya gaya berjalan kayak robot," seloroh Yenny, sang ibu.

Sekarang Adila tidak sulit untuk tampil, sang ibu cukup menyampaikan bahwa ada perform dengan tema ini atau itu. Lantas, Adila bisa menyesuaikan.

Adila yang bersekolah di SDN 1 Komet Banjarbaru selain hobi modeling juga punya hobi lainnya yaitu menyanyi.

Antara modeling dan menyanyi bisa saling mendukung apalagi sama-sama tampil di depan publik dan tampil sebaik-baiknya.

Disadari Yenny, anak juga harus diajarkan bagaimana menghadapi kekalahan atau kegagalan. 

Sebab itulah penting ia lakukan adalah menjelang anaknya tampil ia hanya berpesan agar tampil maksimal, urusan menang dan kalah tidak apa-apa.

"Kalau ada kegagalan, saya tidak menyalahkan anak, sebab kita jangan menekan harus juara, karena ia akan down," jelas Yenny.

Jadi saat gagal berarti kita harus persiapkan diri lagi sebaik-baiknya dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki ke depan. 

Adila adalah anak yang ceria, suka beraktivitas, senang bergaul. Jadi urusan tampil di depan bukan masalah baginya.

Menurut Yenny, sang ibu, bakat setiap anak memang berbeda-beda seperti halnya kakak Adila yang hobinya membaca buku sehingga prestasi akademinya bagus.

Sementara Adila yang suka berinteraksi dan tampil di depan publik. Jadi bakat anak itu ada perbedaan dan tidak bisa dipaksakan.

"Ketika kita melihat anak orang punya prestasi di bidang A, maka belum tentu kita bisa mengarahkan anak untuk berprestasi di bidang A juga," seloroh Adila.

Masing-masing punya bakat berbeda. Jadi syukurilah apa-apa yang sudah diberikan Tuhan kepada anak kita. (Salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved