Pinwil Bulog Kalsel Dicopot
Dani Satrio Masih Masuk Kantor, Pemimpin BULOG Kalsel Dicopot Imbas Mentan Amran Sulaiman
Pasca dicopot Pinwil Bulog Kalsel Dani Satrio masih masuk kantor, namun yang bersangkutan tak berkomentar, pencopotan ini usai Mentan Amran ke Tala
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah pusat mengambil langkah tegas mengenai buruknya penyerapan gabah petani oleh Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Selatan.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalsel Dani Satrio dicopot pada Selasa (18/3) malam, beberapa jam setelah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat keluhan dari petani saat mengikuti panen raya di Kabupaten Tanahlaut.
“Saya kecewa dengan Bulog hari ini. Petani menunggu kepastian harga di sawah, tapi Bulog malah menunggu di gudang. Ini nggak bisa dibiarkan,” tegas Mentan Amran saat menemui petani di Tala.
Petani mengeluhkan anjloknya harga gabah. Mereka mengaku terpaksa menjual hasil panen kepada tengkulak dengan harga Rp 5.300 hingga Rp 5.600 per kilogram.
Padahal pemerintah menginstruksikan Bulog untuk menampung gabah petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram.
Baca juga: BREAKING NEWS - Pimpinan BULOG Kalsel Dicopot, Beberapa Jam Usai Mentan Amran Bertemu Petani di Tala
Baca juga: Ini Curhat Petani Tala yang Picu Dicopotnya Pimpinan BULOG Kalsel, Mentan Amran: Kita Pelayan Rakyat
Bulog Kalsel dinilai lamban dalam menyerap gabah petani.
“Bulog di sini susah sekali dihubungi. Mereka juga jarang turun ke lapangan. Padahal sekarang panen raya, tapi nggak ada kepastian. Akhirnya, kami terpaksa jual ke tengkulak meskipun harganya jauh di bawah HPP,” keluh seorang petani.
Selain itu, Bulog masih memberlakukan persyaratan ketat, seperti mewajibkan gabah benar-benar kering.
Sedangkan pembayaran sering terlambat hingga satu minggu. Situasi ini semakin menyulitkan petani, terutama untuk modal bercocok tanam.
Asisten Manager Sekretariat Umum dan Humas Kanwil Bulog Kalsel M Robian Ahyat, saat dikonfirmasi, Rabu (19/3), memastikan penggantian pemimpinnya.
“Sejak pagi, beliau sudah tidak lagi menjabat sebagai pemimpin wilayah,” kata Robian.
Namun, Robian enggan memberikan komenter mengenai sosok pengganti dan alasan pergantian.
Dari pantauan, aktivitas kantor Bulog Kalsel di Jalan A Yani Kilometer 6 Banjarmasin berjalan seperti biasa.
Dani Satrio masih terlihat di kantor, namun memilih enggan berkomentar.
“Beliau tidak ingin memberikan keterangan karena sudah bukan bagian dari Kanwil Perum Bulog Kalsel,” ujar seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Mentan-Amran-panen-padi1.jpg)