Mom and Kids
Efek Positif Dongeng untuk Anak
Suka membacakan dongeng kepada anak menjelang tidur ternyata bisa berdampak positif pada anak terutama dalam kemampuan berbicara di depan publik.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Suka membacakan dongeng kepada anak menjelang tidur ternyata bisa berdampak positif pada anak terutama dalam kemampuan berbicara di depan publik.
Efek yang baik itu sebagaimana dirasakan Ahmadi Marta SE MAB dan Lilis Suryati SE, warga Jl Sungaijingah, Banjarmasin.
Ya, kedua anak mereka, Nayla Artha dan Nijam Zidan yang terbiasa didongengkan sang ibu dan ayah, pandai bercerita bahkan memperoleh prestasi.
Si sulung Nayla, bahkan menjadikan mendongeng sebagai hobi, selain hobi yang lainnya, puisi, da'i cilik dan menyanyi.
Nayla yang lahir di Banjarmasin, 1 Desember 2014 bahkan pernah menjadi peserta L2SN tingkat nasional mewakili Provinsi Kalsel cabang mendongeng.
Bocah kelas 4 itu juga berhasil meraih Galuh Banjar Cilik Kota Banjarmasin 2024 sebagai wakil 1 atau juara 2.
Si bungsu, Nijam, selain hobi bercerita juga menggambar. Meski masih duduk di TK B namun kemampuan bercerita tergolong baik bahkan itu juga menjadi salah satu modalnya berprestasi di bidang duta cilik.
Nijam yang lahir di Banjarmasin, 25 Februari 2019 terpilih sebagai Nanang Cilik Banjar wakil 2 atau Juara 3 tahun 2024.
Menurut Lilis, sang ibu, anak-anaknya memang punya kepandaian yang sama karena keduanya sering bersama sehingga adik terpengaruh aktifitas kakak.
"Kakaknya sering latihan di rumah, adiknya otomatis turut menyimak. Akhirnya si adik berminat dengan aktifitas kakaknya," jelas Lilis.
Lilis juga bersyukur kedua anaknya terbilang rukun dan si kakak paham posisinya bahwa harus menjadi contoh bagi adiknya.
"Wajarlah jika anak kecil kadang berantem atau ada yang usil, namun prinsipnya mereka saling menyayangi dan kakaknya membimbing," tandas Lilis.
Bagi Ahmadi dan Lilis dalam mengasuh anak yang mereka kedepankan adalah pendidikan karakter. Salah satu metodenya adalah membacakan dongeng.
"Melalui pemilihan cerita yang baik, maka dongeng menjadikan media pembelajaran bagi anak," kata Lilis.
Begitupula dalam mengembangkan jiwa anak dalam dunia seni, sang ayah mengenalkan puisi kepada anak-anaknya dan itu disukai oleh si sulung Nayla. Sedangkan jiwa seni si bungsu, Nijam, mengarah pada menggambar.
Baik Ahmadi maupun Lilis juga memberikan contoh terhadap anak dengan suka membaca buku. Dan Nayla ternyata sekarang juga menjadi penyuka buku.
Sedangkan Nijam yang masih TK diajarkan membaca sambil bermain, jadi ia senang diajak mengenal hurup dan mengeja dalam suasana santai dan riang. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Nayla-Artha-dan-Nijam-Zidan.jpg)