Tribun Smart
Rini Berusaha Menghargai Diri Sendiri
Wanita satu ini suka belajar hal baru, tentang apa saja. Aktif sebagai seorang broadcaster sekaligus jurnalis.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Wanita satu ini suka belajar hal baru, tentang apa saja. Aktif sebagai seorang broadcaster sekaligus jurnalis yang memberinya kesempatan bertemu banyak orang dari berbagai kalangan.
"Di sanalah kesempatan saya untuk mendapatkan dan berbagi ilmu," ujar Redaktur LPPL Abdi Persada FM yang berada di bawah naungan Diskominfo Provinsi Kalsel ini.
Didukung dengan skill yang ia miliki, Rini seringkali diberi kepercayaan bukan hanya sebagai MC atau moderator, tapi juga pembicara dalam berbagai kesempatan.
Pengalamannya antara lain Moderator Debat Publik Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru yang diadakan oleh KPU Kota Banjarbaru, 2020.
Moderator FGD Program Pemulihan Ekonomi Nasional, yang diadakan oleh Ditbinmas Polda Kalsel, 2021.
Moderator sekaligus MC seluruh rangkaian kegiatan Pelatihan Pengelolaan Informasi Publik, Jurnalistik dan Handle Media, yang diadakan oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tanbu pada Oktober 2023, dan berlanjut di 2024 yang juga diadakan oleh organisasi yang sama dengan kegiatan lainnya.
Rini juga pernah berbagi ilmu menjadi narasumber Pelatihan MC yang diadakan oleh DPC Muslimat NU Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, 2020. Narasumber Public Speaking yang diadakan Inspektorat Tanahlaut pada 2023. Serta menjadi narasumber Pelatihan Kompetensi Penyiar Moderat yang diadakan Kementerian Agama Kota Banjarbaru 2023.
"Bukan hanya itu, saya juga pernah menjadi talent pada beberapa projek iklan bahkan film. Kesemuanya selalu menjadi hal baru yang ditemui," kata wanita kelahiran Banjarbaru, pada 22 Januari 1984 ini.
Talent Film Kujemput Islam Dengan Cinta-Mu by Al Kamira Production 2016, talent Iklan Layanan Masyarakat TB Paru by Muha Production 2016, talent Iklan Layanan Masyarakat Pembuatan Akta Kelahiran Disdukcapil Banjarmasin produksi Duta TV 2017.
"Sekarang lagi aktif-aktifnya sebagai host acara siaran langsung (live) yang dilakukan oleh LPPL Radio Abdi Persada," ujar Rini yang baru-baru tadi juga diminta menjadi host talkshow untuk diperdengarkan secara nasional di seluruh LPPL radio se-Indonesia.
Menurut Rini, ia terjun ke dunia penyiaran dan juga MC, moderator serta talent, karena memang sesuai minat dan bakatnya sejak muda.
"Dulu SMA suka mendengarkan radio dan salah satu siaran favorit adalah dakwah KH Zainuddin MZ. Bahkan saya bercita-cita bisa menjadi pendakwah seperti beliau," ungkap ibu tiga anak yang juga bersuami mantan jurnalis ini.
Rini kuliah di Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Antasari Banjarmasin 2002- 2008, untuk menimba ilmu demi cita-citanya.
"Tapi kemudian saya memahami bahwa berdakwah itu bisa dengan berbagai cara dan berbagai media, salah satunya sebagai penyiar yang menyampaikan hal-hal bermanfaat bagi masyarakat," tukasnya.
Terjun sebagai penyiar tatkala di fakultas ia berkuliah mendirikan radio, Rafada namanya, dan ia menjadi penyiar pertama di sana.
Saat radio kampus itu menggelar pelatihan yang narasumbernya dari Abdi Persada FM, Rini menjadi salah satu yang terpilih untuk berkesempatan menjadi penyiar di radio milik pemerintah provinsi Kalimantan Selatan tersebut.
Sembari menyiar, Rini juga mulai aktif melaporkan secara langsung berbagai peristiwa melalui radionya. Saat itulah ia mulai mengenal profesi jurnalis. Masih aktif di LPPL Abdi Persada, ia sempat pula nyambi menjadi Presenter berita di Banjar TV pada 2006 hingga 2007.
Dalam kesehariannya, Rini punya moto "Percaya diri adalah hal utama. Percaya diri adalah bentuk menghargai diri sendiri. Berbanggalah akan dirimu".
Tak heran dengan percaya diri itu kariernya berkembang, hingga usianya yang tak lagi muda. Meski demikian ia tak berpuas diri tapi terus belajar seiring pengalaman yang didapat.
Dari suka belajar dan menghadapi tantangan baru, wajar jika anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan sejak 2007 ini menjadi Peraih Nilai Tertinggi Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Provinsi Kalsel, Angkatan XIV 2024.
Rini yang juga anggota DPC PAPPRI Kota Banjarbaru bidang Media dan Humas, 2021-2026, juga meraih Medali Emas, pada Cabang Lomba Karya Jurnalistik pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2024.
Sebagai jurnalis, satu liputan yang berkesan dan tak terlupakan bagi Rini adalah tatkala ia meliput secara live peristiwa kebakaran besar di kawasan Belitung, Banjarnasin.
"Saat itu saya live menyampaikan laporan pandangan mata sambil menangis," ungkapnya.
Ya, bagi Rini, berada di tempat kejadian dan melihat kondisi mengenaskan, api berkobar hingga semua barang jadi abu, bahkan ada korban bayi terbakar, membuat hatinya teriris.
"Membayangkan bagaimana nasib para korban yang kehilangan harta benda dan keluarga, sungguh membawa perasaan, bahkan pendengar pun banyak yang mengungkapkan perasaan sedih sembari menyimak siaran yang meneteskan air mata itu," tukasnya.
Tugas sebagai jurnalis memang menuntut waktu berlebih dari pekerjaan orang normal, bahkan saat libur pun jika ada kejadian mesti turun meliput.
"Alhamdulillah-nya support keluarga membuat saya mudah melalui ini. Terlebih suami, karena beliau juga dulunya kan profesinya wartawan, jadi sudah paham betul bagaimna ritme kerja seorang jurnalis. Anak-anak juga, mereka kini paham betul pekerjaan bundanya yang tak kenal waktu," katanya.
Meski demikian Rini tetap bisa berperan. menjadi ibu rumahtangga dengan tiga anak bahkan sekarang juga membuka online shop yang selalu ramai orderan dan siap kirim kapan saja tanpa mengenal libur. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Rini-Dwi-Masmuda.jpg)