Berita Banjarmasin

Aksi Nyata SDN Pengambangan 5 Banjarmasin, Sudah Kelola Sampah Sejak Dulu

Ternyata SDN Pengambangan 5 Banjarmasin justru tampil sebagai contoh baik dalam pengelolaan sampah.  Sejak dulu telah kelola sampah

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Irfani Rahman
Banjarmasinpost.co.id/rifqi soelaiman
KELOLA SAMPAH SEJAK DULU -- Wakil Kepala Sekolah sekaligus Ketua Tim Pengelolaan Sampah SDN Pengambangan 5, Sri Sugiarti saat memperlihatkan sampah serta alat pengelolaannya yang dijadikan bahan edukasi untuk para siswa, Rabu (16/4/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah situasi darurat sampah yang melanda Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan belakangan ini, SDN Pengambangan 5 justru tampil sebagai contoh baik dalam pengelolaan sampah

Sekolah yang berada di Jalan Veteran, Kelurahan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur ini sudah lebih dulu menggalakkan edukasi dan pembiasaan dalam pengolahan sampah, bahkan sebelum isu sampah menjadi sorotan publik.

Kepala SDN Pengambangan 5 Banjarmasin, Wahyu Ekma Pranatalia, menyampaikan bahwa program pengelolaan sampah telah menjadi agenda rutin sekolah. Mereka bahkan telah mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Oktober tahun lalu.

“Masalah pengelolaan sampah ini memang sudah teragendakan rutin. Bahkan sebelum darurat sampah, kami sudah sering melakukan edukasi dan pengolahan, khususnya terhadap sampah yang dihasilkan dari lingkungan sekolah,” jelas Wahyu, Rabu (16/4/2025).

Baca juga: Air Lindi Genangi Lahan Parkir Pengunjung Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Keluarkan Bau Tak Sedap

Baca juga: Diduga Sengaja Dibakar, Wali Kota Yamin Cari Oknum Pembakar Sampah di Pasar Sentra Antasari

Wahyu menegaskan bahwa edukasi lingkungan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, melainkan harus melibatkan masyarakat luas. Ia berharap siswa menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan kebiasaan baik dari sekolah ke rumah masing-masing.

“Kami sangat mendukung program pemerintah. Kami biasakan siswa untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Edukasi tentang sampah ini penting, supaya anak-anak terbiasa dan bisa melanjutkan kebiasaan itu di rumah,” ujarnya.

Sekolah ini bukan hanya sekadar menjalankan program, tapi juga telah mendapatkan predikat Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup. Gelar tersebut diberikan kepada sekolah yang konsisten dalam menjalankan pendidikan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Wakil Kepala Sekolah sekaligus Ketua Tim Pengelolaan Sampah SDN Pengambangan 5, Sri Sugiarti, menambahkan bahwa setiap siswa dibekali pengetahuan dan praktik langsung dalam memilah serta memanfaatkan sampah.

“Sampah tidak harus berakhir di TPS. Kami ajarkan bagaimana memilah sampah, mana yang bisa dimanfaatkan, mana yang harus dibuang. Kami ingin menjadikan siswa sebagai agen penggerak lingkungan di sekitarnya,” ungkap Sri.

Ia menyebut, predikat Adiwiyata Mandiri yang diraih sekolah menjadi pemacu semangat untuk terus menjaga keberlanjutan program ini. Melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa, pengelolaan sampah di sekolah bisa memberi manfaat jangka panjang, termasuk bagi masa depan anak-anak.

Salah satu siswa, Syifa, mengaku senang mengikuti kebiasaan ramah lingkungan di sekolahnya.

“Kami diwajibkan bawa wadah makan dan tumbler. Ini bagus banget buat mengurangi sampah. Senang juga karena sekarang jadi terbiasa bawa sendiri dan tahu cara pilah sampah,” ucapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved