Berita HST
Blok Pasar Ayam dan Ikan Basah Pasar Keramat Barabai Mubazir, Pedagang Tinggal Tiga Orang
Puluhan lapak di Blok Pasar Ikan Basah dan ayam potong di Pasar Keramat Barabai, menjadi bangunan mubazir
Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Puluhan lapak di Blok Pasar Ikan BasaH dan ayam potong di Pasar Keramat Barabai, menjadi bangunan mubazir.
Pasca diterjang banjir bandang 2021 silam, membuat para pedagang yang awalnya menempati lapak tersebut, berjualan di luar kawasan tersedia.
Namun, setelah dilakukan pembersihan pasar pasca banjir, pedagang keterusan berjualan di luar area.
Sementara, instansi terkait, menurut sejumlah pedagang tak melakukan penataan dan penertiban.
Baca juga: Hanya Jurusan Tertentu, Lima SMK di Kalsel Terapkan Sistem Belajar 4 Tahun
Baca juga: Konstruksi Jembatan Besi 4 di Batibati Tanahlaut Mulai Goyah, Buka Tutup Lalu Lintas Diberlakukan
Mereka yang harusnya kembali menermpati area sesuai jenis barang yang dijual, keterusan berjualan di pinggir jalan akses menuju Pasar Keramat.
“Dampaknya, mereka blok ikan dan ayam menjadi sepi pengujung. Mereka yang awalnya bertahan berjualan di tempat sesuai aturan pun, ikutan berjualan di luar,”kata Nuriani, satu dari dua pedagang ayam tersisa di Blok tersebut. Pantauan banjarmasinpost.co.id, akibat tak ditempati pedagang, lapak-lapak yang ada menjadi tak terawat.
Tampak kotor dan berlumut. Cat plafonnya pun terlihat terkelupas. Meski secara bangunan masih kuat dan kokoh, namun tampak kotor. Menurut Nuriani, karena dibiarkan berjualan di luar area blok ayam dan ikan tersebut, hampir taka da pengunung yang datang ke tempat tersebut.
“Padahal, dulu pernah ditertibkan zaman Bupati Pak Latif, semua pedagang ikan dan ayam masuk ke area blok ini. Pembeli pun mau tidak mau harus datang ke sini, jika ingin beli ikan dan ayam. Saat itu, dijaga Satpol PP dan Tentara, jadi taka da yang berani jualan di luar. Tapi kembali jadi tak tertib setelah banjir bandang,”ungkap Masta pedagang ayam lainnya yang bertahan.
Saat menjadi sentra ikan dan ayam, Nuriani mengaku bisa menjual sampai 100 ikan per hari.
“Sekarang,untungnya masih ada pelanggan, yang biasa membeli dengan order melalui telepon.
Namun, per hari paling banyak 10 sampai 15 ekor,”tuturnya.
Mengenai alasannya bertahan di tempat itu, Nuriani dan Masta mengatakan, karena di luar tak mendapat tempat berjualan.
Keduapaun berharap, pemerintah kembali melakukan penataan pasar dan penertiban pedgang agar kembali mengisi lapak tersedia.
Sementara, beberapa pedagang ayam yang berjualan di luar area blok ikan dan ayam, yang ditemui mengatakan, sebenarnya mau saja kembali, asalkan tidak ada pedagang lainnya yang dibiarkan berjualan di luar area.
“Yang terjadi, jika ada penertiban, masih saja ada yang berjualan di luar, sehingga ada kecemburuan dar ipedagang lainnya. Jadilah satu per satu meninggalkan lapak yang ada. Intinya menurut kami dibutuhkan ketegasan petugas di lapangan, jika ada yang melanggar aturan,”ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)
Pemerintah Siapkan Pengakuan Hukum Adat, Masyarakat Meratus di HST Tetap Tolak Taman Nasional |
![]() |
---|
Siap Beroperasi Tahun Ini, Dandim HST Tinjau Bangunan Koramil Batang Alai Timur |
![]() |
---|
Raih Dua Penghargaan, Polres HST Jadi Teladan Tata Kelola Keuangan |
![]() |
---|
Warga Binaan Rutan Barabai Dibekali Pelatihan Pertanian, Dari Bercocok Tanam hingga Pengolahan Lahan |
![]() |
---|
Kader Demokrat HST Dapat Pendidikan Politik, Ibnu Sina: Politik Harus Bawa Manfaat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.