Berita Banjarmasin

Mengenal Lempeng Bungul Khas Banjar, Kue Tanpa Topping Bisa Jadi Menu Sarapan 

Lempeng Bungul bentuknya seperti pancake atau pizza ini dijadikan masyarakat pedesaan di Banjar sebagai menu sarapan di pagi hari.

Tayang:
Penulis: Rizki Fadillah | Editor: Mariana
Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah
KUE LEMPENG BUNGUL - Kue khas Banjar Lempeng Bungul dipamerkan pada kunjungan peserta Rapat Kerja Komisariat Wilayah V (APEKSI) Regional Kalimantan Tahun 2025 di Siring Menara Pandang Banjarmasin, Sabtu (26/4/2025) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lempeng Bungul, bagi sebagain orang istilah tersebut terdengar asing di telinga. Namun, bagi masyarakat Banjar, lempeng bungul merupakan nama salah satu jenis kue tradisional di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Umumnya, Lempeng Bungul yang bentuknya seperti pancake atau pizza ini dijadikan masyarakat pedesaan di Banjar sebagai menu sarapan di pagi hari.

Berbeda dari kue Lempeng pada umumnya yang ada campuran pisang dan gula dalam adonan, Lempeng Bungul di buat tanpa toping apapun.

Salah seorang pembuat kue Lempeng Bungul Mila mengatakan, bentuknya yang pipih dan tipis menyerupai lapisan-lapisan, membuatnya dinamai sembagai Lempeng.

Sementara nama “Bungul” yang disematkan pada kue berbetuk bulat dan polos tanpa toping apapun itu.

Baca juga: Mayat Pria Ditemukan Tersangkut di Sungai Bagu Tapas Kusan Hulu Tanahbumbu, Ternyata Warga HSS

Baca juga: Perubahan Ekosistem Pers Sangat Cepat, CEO Tribun Network: Peran AI Jadi Tantangan Media Massa

“Kalau Lempeng yang pakai pisang ada rasa manis, Lempeng Bungul ini ada rasa asin-asinnya dan polos,” kata Mila pembuat kue Lempeng Bungul saat ditemui di kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin, Sabtu (26/4/2025) pagi.

Pembuat Lempeng Bungul, Mila mengatakan, bahan utama pembuatan kue khas Banjar itu adalah tepung terigu yang diaduk ke air hingga mengental.

Untuk tambahan rasa dan aroma dapat ditambahkan vanili, garam, santan serta telur untuk memberikan tekstur adonan yang baik.

“Bedanya dengan lempeng biasa, lempeng bungul ini tidak pakai pisang dan gula di adonannya, makanya dinamakan lempeng bungul,” kata Pegawai di Biro Hukum Pemko Banjarmasin ini.

Namun, bagi yang suka manis, bisa menambahkan gula pasir saat menyantap Lempeng Bungul.

Mila juga mengaku sering membuat Lempeng Bungul di rumah, baik untuk di santap dengan keluarga atau saat ada event tertentu. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved