Berita Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin Berharap Proyek Jembatan CUSA Berlanjut pada APBD Perubahan

Masalah keamanan dan vandalisme pada proyek Jembatan Cemara Ujung-Sungai Andai (CUSA) jadi PR Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Tayang:
Penulis: Mariana | Editor: Budi Arif Rahman Hakim
Banjarmasin Post/Mariana
Jembatan CUSA yang menghubungkan Cemara Ujung dan Sungai Andai, saat ini belum dibuka untuk umum.   


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Proyek Jembatan Cemara Ujung-Sungai Andai (CUSA) terus jadi sorotan, tak hanya kendala di pembangunan, kini masalah keamanan dan vandalisme juga jadi PR Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Beberapa waktu lalu, warga sekitar mengeluhkan adanya praktik pencurian baut atau mur Jembatan CUSA yang meresahkan.

Adanya laporan tersebut, Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menginstruksikan segera memperketat keamanan untuk mencegah aksi serupa terjadi lagi.

"Ke depannya, area jembatan akan dipasang kamera pengawas (CCTV) untuk mencegah pencurian material," ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Pihaknya menekankan akan mengambil langkah hukum atau tindakan tegas jika aksi pencurian serupa terulang kembali.

Baca juga: Puluhan SD di Banjarbaru Dipimpin Plt Kepsek, Komisi I DPRD Minta Segera Diisi Definitif

Meski proyek Jembatan CUSA warisan dari periode pemerintahan sebelumnya, Yamin menegaskan akan merampungkan fasilitas umum tersebut demi kenyamanan warga Banjarmasin.

Usai dinyatakan force majeure, ia menjelaskan usulan anggaran murni tidak mendapatkan persetujuan dari pihak legislatif (DPRD). Namun, setelah dilakukan proses pemahaman dan penjelasan mendalam, urgensi penyelesaian proyek ini mulai menemui titik terang.

"Jika tidak kita selesaikan, maka negara atau pemerintah daerah akan merugi karena bangunan yang sudah ada akan sia-sia. Kita harus cari solusi terbaik agar uang rakyat yang sudah tertanam di sini tidak terbuang percuma," ujarnya.

Warga sekitar sudah tak sabar mengenai kapan fasilitas ini bisa dinikmati sebab saat ini Jembatan CUSA belum dibuka untuk umum, pihaknya berharap kelanjutan proyek dapat terlaksana pada masa APBD Perubahan.

"Harapan kita bisa dilanjutkan di anggaran perubahan. Saat ini kami masih terus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan teman-teman dewan serta pihak akademisi untuk mengkaji teknisnya agar sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/mariana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved