Berita Banjarmasin

Pasarkan Kalung Hingga Gelang, Perajin Aksesori Kalsel Ini Segera Terbang ke Perancis

Karya tangan warga Kalimantan Selatan ini memang memikat. Handmade-nya mempunyai ciri khas. Ini sesuai karakteristik orang Perancis yang suka seni.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasin post/salmah saurin
KERAJINAN TANGAN - Nurhamdhani beserta kerajinan tangannya saat dipasarkan di Mahligai Pancasila Banjarmasin dalam sebuah acara. Pasarkan Kalung Hingga Gelang, Perajin Aksesori Kalsel Ini Segera Terbang ke Perancis 

BANJARMASINPOST.CO.ID-Di era barang produksi massal, nyatanya usaha kerajinan tangan rumahan masih memiliki pasar yang menjanjikan. 

Berbeda dengan usaha lainnya, kreativitas yang ditonjolkan menjadikan usaha kerajinan tangan disukai sebagian orang.

Ada berbagai jenis aksesori hasil kerajinan tangan seperti kalung, gelang, cincin, bros dan strap. Aksesori yang dibuat dengan tangan biasanya eksklusif sehingga harganya lebih tinggi daripada hasil produksi mesin.

Usaha kerajinan aksesori memiliki potensi besar karena permintaannya terus meningkat, terutama dari kalangan wanita dan remaja.

Baca juga: 15 Finalis Pemuda Pelopor Banjarmasin 2025 Siap Bersaing untuk Mewakili ke Tingkat Provinsi Kalsel

Baca juga: Disalurkan ke PMI, 144 Kantong Darah Dikumpulkan di Lingkungan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Meski demikian, usaha kerajinan tangan membutuhkan keterampilan dan keuletan supaya produk yang dihasilkan memiliki nilai tinggi di pasaran.

Hal tersebut dirasakan oleh Nurhamdhani, pemilik D2tya Jewelry and Craft Banjarmasin. Dia bahkan memiliki banyak peminat dari mancanegara. Nurhamdhani sudah melakukan kerja sama dengan rekan yang tinggal di Paris Perancis untuk memasarkan produknya.

“Kebetulan ada teman kuliah sesama alumnus Sastra Perancis Universitas Hasanudin Makassar yang saat ini tinggal di Paris. Dia siap memasarkan produk saya karena memang diminati di sana,” ungkap perempuan cantik yang akrab dipanggil Dani ini.

Salah satunya melalui Festival Film Indonesia yang digelar di Paris pada 4-5 Juni 2025. Ajang ini juga menggelar bazar produk kerajinan Indonesia. “Teman saya termasuk panitia kegiatan tersebut dan pada 1 Mei nanti produk saya diterbangkan ke Paris,” ungkapnya.

Karya tangan warga Kalimantan Selatan ini memang memikat. Handmade-nya mempunyai ciri khas. Ini sesuai karakteristik orang Perancis yang suka seni.

“Hampir tidak ada yang sama satu sama lain karena dibuat secara handmade. Setiap model pasti berbeda,” ungkapnya.

Produk yang diolah dari bebatuan seperti akik yang berasal dari Kalsel serta Pulau Jawa. Kerajinan itu berupa liontin, bros, jepit jilbab, kalung, gelang dan pernak-pernik lainnya.

Harganya dipasarkan mulai Rp 15 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung model dan jenis batu. Tentunya nanti disesuai dengan mata uang setempat.

Menurut Dani, usaha kerajinan memang perlu kreativitas dan inovasi agar hasilnya memikat.

Dani yang memulai usaha ini sejak 2008, sempat terhenti mengembangkan usahanya karena mengikuti suami yang pindah kerja ke Kaltim.

“Selama di Kaltim saya memanfaatkan kemampuan berbahasa Perancis untuk mengajar kursus,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved