Nasional
Penampakan Siswa SMP 'Nakal' yang Masuk Barak Militer, Dedi Mulyadi: Sekarang Bisa Bangun Subuh
Ada 39 pelajar SMP yang dinilai “sulit diatur” ataupun "nakal" oleh sekolah dan keluarga yang dikirim menjalani pendidikan di tempat militer
BANJARMASINPOST.CO.ID - Di tengah suara-suara penolakan, program pendidikan karakter ala militer yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah dimulai di dua daerah, Purwakarta dan Bandung, pada Jumat (2/5/2025).
Ada 39 pelajar SMP yang dinilai “sulit diatur” ataupun "nakal" oleh sekolah dan keluarga yang dikirim menjalani pendidikan di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, Purwakarta.
Sementara itu, sebanyak 30 pelajar yang dianggap nakal di Bandung, Jawa Barat, mengikuti sekolah militer di Rindam III Siliwangi, Bandung.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa hampir semua kabupaten dan kota di Jawa Barat telah siap untuk mengirim siswa nakal ke barak militer.
Hal ini disampaikan Dedi dalam kunjungannya ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, Purwakarta, pada Sabtu (3/5/2025).
Baca juga: Mobil Mewah Lamborghini Tabrak Suzuki Ignis, Pemilik Ternyata Crazy Rich Surabaya: Ganti 100 Persen
Baca juga: Intel Polda Jateng Ketahuan saat Tugas Demo Hari Buruh, Sempat Disandera, Rahasiakan Nama Asli
Dedi menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berlaku untuk tingkat SMP, tetapi juga untuk tingkat SMA.
"Untuk tingkat SMP di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, dan untuk tingkat SMA sudah berjalan di Bandung, di Rindam," ujarnya.
Ia menambahkan, program ini akan dimulai di kota Bekasi pada Senin (5/5/2025), sedangkan di Sumedang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis (8/5/2025).
Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, dan Subang juga telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi, dengan kegiatan di Kabupaten Subang akan berlangsung di Lanud Suryadharma.
"Hampir semua kabupaten dan kota sudah siap," kata Dedi Mulyadi.
Dedi juga menekankan pentingnya kerjasama dengan Lanud Kalijati dalam pelaksanaan program ini.
Dia menilai bahwa kondisi di barak TNI, khususnya Angkatan Udara, sangat mendukung. "Ini sudah berlangsung di berbagai tempat," tambahnya.
Selama kunjungannya, Dedi Mulyadi meninjau langsung kegiatan pendidikan penguatan karakter yang diikuti oleh 39 siswa SMP.
Ia menyaksikan para siswa yang mengikuti pelatihan baris berbaris serta pemenuhan gizi mereka.
Dedi mencatat bahwa para siswa tampak bersemangat dalam mengikuti kegiatan tersebut, yang menurutnya mungkin tidak akan terjadi jika mereka diajarkan di sekolah.
"Dulu mereka sulit tidur, sekarang mereka sudah bisa tidur jam 8. Dulu mereka sulit bangun, sekarang sudah bisa bangun jam 5, jam 4. Dulu mereka sulit untuk fokus. Nanti saya cek," ungkap Dedi Mulyadi.
Berita ini sudah tayang di kompas.com
Kapolri Minta Maaf, Perintahkan Telusuri Korban dan Mobil Brimob yang Lindas Ojol |
![]() |
---|
CEO Tribun Network Dahlan Dahi Dinobatkan sebagai Tokoh Media Berpengaruh di Ajang MTA 2025 |
![]() |
---|
Viral Mobil Brimob Lindas Driver Ojol saat Ricuh Demostrasi di Jakarta: Korban Dikabarkan Meninggal |
![]() |
---|
Wamenhum Eddy Hiariej Baru Sehari, ini Daftar Wakil Menteri Rangkap Jabatan yang Kini Resmi Dilarang |
![]() |
---|
Ratusan Siswa hingga Guru Dirawat Diduga Keracunan MBG di Bengkulu, Kepolisian Ambil Langkah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.