Mom and Kids
Bangun Kemampuan Anak dengan Sensory Play
Sensory play dapat mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar, serta mendukung perkembangan kognitif, bahasa, dan emosi.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Anda mungkin melihat video mengenai sensory play yang membantu anak mengeksplorasi dunia melalui indera. Ya, sensory play dapat mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar, serta mendukung perkembangan kognitif, bahasa, dan emosi.
Ayu T Verzilia, warga Banjarbaru, ibu satu anak, rutin bermain sensory play tersebut bersama anaknya yang berusia dua tahun, Gibran.
"Dengan kegiatan ini sebagai ibu bisa melihat perkembangan anak, antara lain membedakan warna, membedakan geometri berupa besar-kecil, panjang-pendek, penuh-kosong dan konsep lainnya," ujar Ayu.
Hal ini juga membantu masalah dengan berbagai macam tekstur dan menolong pada saat proses makan sehingga anak jadi lebih lahap.
Ayu menjelaskan cara-cara ia membuat mainan sensory play dari yang mudah hingga yang sulit.
"Sensory play sangat mudah dibuat dengan menggunakan bahan-bahan sederhana yang tersedia di rumah. Untuk tekstur kasar, bisa menggunakan beras, kacang-kacangan atau pasta yang dicampur dengan pewarna makanan," jelasnya.
Tekstur lengket, bisa gunakan tepung tapioka dicampur air lalu dimasak dan diberi pewarna makanan untuk menjadi slime, tepung terigu dicampur bubuk coklat dan air untuk membuat lumpur.
Kita bisa juga menggunakan berbagai jenis mi atau pasta yang direbus dengan pewarna makanan.
"Selain itu, sensory play juga bisa sesimpel kita mengajak anak bermain air, bermain batu, memetik daun/bunga dan melukis dengan cat," ujarnya.
Sensory play yang lumayan sulit dan perlu effort itu contohnya permainan eksperimen anak yang biasanya menggunakan cuka dan baking soda.
"Permainan eksperimen ini lebih cocok untuk anak hampir dua tahun, karena bahan yang digunakan tidak biasa untuk dijadikan mainan anak-anak," tandasnya.
Salah satu faktor penting dari pendidikan anak juga yaitu dukungan dari ayah sang anak.
Ayu mengaku suaminya sangat mendukung proses bonding ini melalui sensory play yang diharapkan nanti saat anak sudah memasuki usia sekolah.
"Anak mudah untuk menyerap pelajaran karena memiliki fondasi yang kuat," tandasnya.
Jadi, sensory play adalah jenis permainan yang sangat penting untuk perkembangan anak. Permainan ini membantu anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, kognitif, serta keterampilan sosial dan emosional.
Dengan memberikan anak-anak kesempatan untuk bermain dengan berbagai bahan dan aktivitas yang merangsang indera mereka, kita dapat membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas, kreatif, dan mandiri. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ayu-T-Verzilia.jpg)