Berencana Talk

Berencana Talk: Ananda Berharap Ada Sekolah Calon Bapak-Ibu

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda berbagi pengalaman dan motivasi tentang generasi muda yang unggul serta pentingnya perencanaan keluarga harmonis

Tayang:
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Capture Youtube BPost
KELUARGA HARMONIS - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda berbagi pengalaman dan motivasi tentang generasi muda yang unggul serta pentingnya perencanaan menuju keluarga yang harmonis pada program Berencana Talk, Jumat (16/5/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terwujudnya keluarga harmonis, maju dan sejahtera tidak bisa dilepaskan dari perencanaan pranikah. Calon ayah dan ibu diharapkan memiliki perencanaan tentang keluarga yang akan mereka bentuk.

Program “Berencana Talk”, kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin dan Banjarmasin Post, mengupas hal tersebut, Jumat (16/5) sore.

Dipandu Duta Genre Banjarmasin 2023 Winda Putri Karlina, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda berbagi pengalaman dan motivasi tentang generasi muda yang unggul serta pentingnya perencanaan menuju keluarga yang harmonis.

Perbincangan ditayangkan di akun YouTube Banjarmasin Post News Video, Facebook BPost Online, Instagram @banjarmasinpost dan website banjarmasinpost.co.id. Berikut petikannya:

Pemerintah menggelar Program Generasi Berencana (Genre). Anda sebagai wakil wali kota, pernah menjadi finalis Puteri Indonesia 2006 dan aktif dalam berbagai kegiatan remaja, sejauh mana melihat wawasan remaja di Banjarmasin dalam menyiapkan pernikahan ?

Banjarmasin sekarang adalah kota metropolitan. Otomatis pergaulan remaja semakin luas. Ditambah adanya gadget, arus informasi menjadi sangat deras. Idealnya kehidupan offline dan online seimbang. Termasuk dalam hal merencanakan sebuah keluarga.

Apakah media sosial bisa berpengaruh terhadap perencanaan sebuah keluarga ?

Medsos berisi konten beragam. Ada yang berisi edukasi bagaimana cara merencanakan pernikahan, tapi ada juga konten yang sebaliknya. Jadi saya berharap remaja di Banjarmasin bisa memfilter, mana informasi yang bisa diambil dan ditinggalkan. Filter diri yang baik itu adalah iman dan takwa, termasuk tentang pernikahan dini.

Apakah sangat penting perencanaan sebuah keluarga ?

Tentunya sangatlah penting. Memang Tuhan yang mengatur dan menentukan. Tapi manusia yang merencanakan. Jangan hanya memikirkan pernikahan tentang gedung, prawedding, undangan dan sebagainya. Tapi pikirkan apa yang akan dilakukan setelah menikah.

Makanya sebelum membangun keluarga, calon ibu dan bapak ini harus punya pendidikan dahulu. Namun sayangnya Indonesia tidak punya pendidikan formal untuk menjadi seorang bapak dan ibu tersebut.  Yang ada hanya sekolah informal seperti sekolah ibu di Jabar 

Kami berharap Banjarmasin pun punya sekolah menjadi bapak dan ibu, sebelum benar-benar menjadi bapak dan ibu. Karena ini akan menjadi tanggung jawab seumur hidup.

Usia matang lelaki untuk menikah minimal 25 tahun dan perempuan minimal 21 tahun. 

Bagaimana pasangan yang menikah di bawah usia tersebut ?

Kalau sudah terjadi maka itu menjadi pelajaran. Masih banyak yang bisa dilakukan, misalnya dengan menunda kehamilan.  Saya berharap tidak terjadi, karena ada banyak cara untuk mengantisipasinya. Itulah perlu sekali adanya pembelajaran tentang pernikahan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved