Berita Banjarmasin

Belanja Barang Thrift di Pasar Tungging Katamso Banjarmasin, Ada Pakaian Hingga Tas Branded

Mau belanja barang Thrift, datang saja ke pasar samping kantor Pajak Pratama Banjarmasin. Area lapak pedagang mulai muara Jalan Katamso

Penulis: Salmah | Editor: Irfani Rahman
Banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
BARANG THRIFT - Di Jalan Katamso Banjarmasin setiap hari Minggu pagi digelar pasar yang menjual berbagai barang thrift 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Keberadaan pasar yang buka setiap hari Minggu pagi di Jalan Brigjen Katamso, Banjarmasin Tengah, menjadi destinasi belanja masyarakat terutama belanja pakaian bekas impor atau thrift untuk segala usia.

Ya, pasar ini lokasinya di samping kantor Pajak Pratama Banjarmasin. Area lapak pedagang mulai muara Jalan Katamso hingga ke kawasan Pasar Lima.

Sebab hari Minggu semua toko-toko di sana tutup, maka pedagang menggelar lapak di emperan toko dan tepi jalan. 

Mulai pukul 06.00 Wita para pedagang mulai membuka lapak, dominan barang dagangannya adalah pakaian thrift (bekas impor) atau istilah urang Banjar pakaian tungging. Selain itu ada sepatu dan tas branded bekas.

Lapak pedagang tersebut bervariasi ada yang hanya beralas tikar plastik, mendirikan tenda, memasang tiang-tiang gantungan baju dan ada juga menyusun rak-rak sepatu. 

Baca juga: Berburu Barang Thrift di Pasar Subuh Banjarmasin, Bisa Peroleh Barang Bagus dengan Harga Murah

Baca juga: BREAKING NEWS - Mobil Tercebur ke Sungai di Muning Tengah HSS, Bawa Anak-anak SD

Mulai pukul 07.00 pengunjung mulai berdatangan dan semakin ramai hingga pukul 11.00, kemudian pedagang menutup lapak pada 12.00 Wita. 

Urusan harga untuk pakaian tidak bermerek terkenal atau merek biasa dijual murah, misal selembar kemeja atau celana panjang Rp20 ribuan, yang kualitasnya masih lumayan Rp50 ribuan.

Pakaian bermerek terkenal harganya Rp100 ribu ke atas. Demikian pula sepatu branded, bahkan ada yang Rp300-700 ribu tergantung kelayakan sepatunya.

Banyak pengunjung yang hilir mudik sembari melihat barang-barang yang dijual. Saat ada pedagang yang mengobral dagangannya maka banyak dikerumuni pengunjung yang berebut memilih barang.

Seorang pengunjung, Rasto, mengungkapkan, ia sering ke pasar ini bersama istrinya untuk mencari barang-barang bekas baik baju, celana, maupun barang lain yang menarik hati.

"Di sini kita bisa dapat baju atau celana yang bagus-bagus walaupun bekas. Ya, harus pandai memilah dan memilih supaya dapat barang yang tidak cacat," tukasnya.

Hal sama dikatakan Desy, pengunjung lainnya yang datang bersama beberapa teman kuliah. Menurutnya dengan modal Rp200 ribuan ia bisa banyak beli barang di situ.

"Saya beli celana kulot Rp30 ribu, baju kaos lengan panjang Rp40 ribu, juga beli jaket Rp70 ribu dan baju kemeja dua lembar Rp60 ribu," ungkapnya.

Ardi, pedagang yang sudah empat tahun berjualan, mengatakan, sebelum ia berjualan di pasar tersebut kondisinya memang selalu ramai.
 
"Pasar ini sudah ada belasan tahun lalu. Saya baru empat tahun ini jualan dan syukurlah ramai pembeli," katanya.

Apalagi di awal bulan pengunjung pasar makin ramai dan penjualan juga makin laku. Dengan harga jual mulai Rp 20 ribu pembeli sudah dapat barang branded

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved