Ekonomi dan Bisnis

Emas Perhiasan Hingga Cabai Rawit Sumbang Inflasi di Kalsel

 Kalimantan Selatan hingga April 2025 masih mengalami inflasi sebesar 1,57 persen (yoy), lebih rendah dari Nasional yang mencapai 1,95 persen

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin
KINERJA FISKAL - Publikasi Alco Perkembangan Kinerja Fiskal Regional Kalimantan Selatan April 2025, Rabu (28/5/2025) 

BANJARMASINPOST.CO.ID-  Kalimantan Selatan, hingga April 2025 masih mengalami inflasi sebesar 1,57 persen (yoy), lebih rendah dari Nasional yang mencapai 1,95 persen. 

Syafriadi, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, menyatakan, secara bulanan inflasi periode ini meningkat jika dibandingkan dengan bulan lalu yang hanya mencapai 1,03 persen. 

Komoditas penyumbang inflasi di Kalsel antara lain emas perhiasan, ikan gabus, minyak goreng, cabai rawit, dan sigaret kretek mesin.

"Kenaikan harga komoditas-komoditas ini tentunya berdampak pada inflasi di daerah," ujarnya.

Baca juga: Inflasi Kotabaru Tertinggi di Kalsel, Imbas Normalisasi Diskon Tarif Listrik

Sementara di sisi lain, neraca perdagangan Kalsel masih menunjukkan tren positif dengan surplus sebesar US$825,69 juta.

Meskipun surplus ini menurun 23,32 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun secara bulanan mengalami peningkatan sebesar 0,08 persen (mtm).

Selanjutnya mendorong peningkatan surplus neraca perdagangan, dijelaskan Syafriadi, dipengaruhi oleh nilai impor yang terkoreksi cukup signifikan sebesar - 25,38 persen mtm. Sedangkan nilai ekspor juga mengalami kontraksi tipis sebesar -3,32 persen mtm. 

Peningkatan nilai ekspor pada April disebabkan oleh peningkatan volume ekspor Batubara. Dari sisi impor mengalami penurunan yang disebabkan oleh penurunan importasi minyak petroleum, mesin pengangkut (mis. conveyor dan lift) dan kapal/kendaraan air seperti kapal feri, kapal kargo, kapal tongkang.

Baca juga: Tekan Inflasi, Pasar Murah di Balangan Terus Belanjut, Kali Ini Sasar Desa Murung Jambu 

Demikian, Kalsel masih menunjukkan ketahanan ekonomi yang baik meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai.

Peningkatan surplus neraca perdagangan dan penurunan inflasi yang terkendali menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved