Berita Banjarmasin

Buka Pendaftaran Offline, Kini SDN Pengambangan 10 Banjarmasin Dapat Sembilan Murid

Hingga Rabu (2/7/2025), SDN Pengambangan 10 Banjarmasin baru mendapatkan sembilan murid baru yang diperoleh setelah pendaftaran offline

|
Editor: Hari Widodo
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi/dok)
AKHIR SEMESTER-Suasana ruang guru di SD Negeri Pengambangan 10 pada saat libur akhir semester tahun ajaran 2024/2025. Sekolah ini, saat SPMB offline akhirnya mendapatkan 9 murid baru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hingga Rabu (2/7/2025), SDN Pengambangan 10 Banjarmasin baru mendapatkan sembilan murid baru.

 Sekolah di Jalan Pengambangan Kecamatan Banjarmasin Timur itu mendapatkan mereka dari pendaftaran secara offline.

SDN Pengambangan 10 merupakan salah satu dari tiga SDN di Banjarmasin yang tidak mendapat pendaftar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online 2025. Sekolah lainnya adalah SDN Pemurus Dalam 7 dan SDN Pemurus Dalam 8

Dari 208 SD di bawah Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, sebanyak 177 sekolah yang tidak memenuhi kuota.

Baca juga: Tanpa Pendaftar Hingga SPMB 2025 Berakhir, Kuota Murid Baru di SDN Pemurus 8 Terpenuhi Lewat Offline

Kepala SDN Pengambangan 10 Nor Alinah mengatakan sekolahnya tidak membuka pendaftaran secara online.

 “Yang daftar online tidak ada, karena kami sengaja hanya membuka pendaftaran offline. Sekarang jumlah murid baru kami ada sembilan,” katanya, Rabu (2/7).

Alinah mengungkapkan tidak membuka pendaftaran online karena sejumlah hal. Alasan utamanya, banyak calon murid kesulitan melengkapi berkas administrasi.

“Banyak yang tidak punya akta kelahiran dan kartu keluarga, sehingga susah bila dilaksanakan secara daring,” ujarnya.

Kondisi dan fasilitas sekolah turut menjadi faktor minimnya pendaftar. Tiga dari enam ruang kelas  memprihatinkan.

Beberapa kerusakan terlihat pada dinding, lantai hingga jendela bangunan semipermanen itu. 

“Beberapa orangtua khawatir anak mereka menempati ruang kelas yang kurang layak untuk belajar,” ungkapnya seraya mengatakan sekolah masih membuka pendaftaran langsung ke sekolah.

SDN Pemurus Dalam 8 juga tidak membuka pendaftaran online.

“Kami masih ragu menerapkan sistem online, sehingga memutuskan offline. Karena dari Disdik tidak mempermasalahkan,” kata Kepala Sekolah Muftawiyah, Rabu.

Hingga waktu pendaftaran berakhir, sekolah ini mendapat 21 murid baru. “Secara aturan satu rombongan belajar (rombel) maksimal 28 murid. Karena ruang kelas terbatas, kami hanya menerima 21 murid,” ujarnya.

Meski SPMB untuk SDN sudah ditutup, SD Kecil Raranum masih berusaha merekrut murid.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved