Mom and Kids
Sepeda Luncur Latih Fisik dan Mental Arsa
Sepeda tanpa pedal atau balance bike alias pula sepeda luncur, memiliki banyak manfaat untuk anak-anak, sebagaimana pengalaman M Arsakha.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Sepeda tanpa pedal atau dikenal juga sebagai balance bike alias pula sepeda luncur, memiliki banyak manfaat untuk anak-anak baik secara psikis maupun mental.
Sebagaimana Muhammad Arsakha Deandra, bocah kelahiran Tanahlaut, 12 Desember 2021, yang senang meluncur dengan balance bike.
Anak pertama dari pasangan Andre Hormansa dan Karina Della Shafira,S.AP warga Kintap, Tala ini, difasilitasi orangtuanya dengan dibelikan sepeda tersebut tapi juga ditemani berlatih dan berlomba.
Menurut Dela, putranya yang akrab dipanggil Arsa itu pada dasarnya anak yang tak mau diam. Dengan ber-balance bike, maka dapat menyalurkan energinya.
"Dia itu lincah, banyak gerak, dengan bersepeda luncur itu dapat mengarahkannya untuk menyalurkan energi secara positif," alasan Dela.
Secara manfaat, kata Dela, selain melatih keseimbangan dan koordinasi, sepeda ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri.
"Anak bisa mengalahkan rasa takut, ini bagus untuk mentalnya. Walaupun demikian tetap dikenakan beberapa pengaman macam helm, pelindung siku dan lutut serta bersepatu," seloroh Dela.
Secara fisik, sepeda luncur ini melatih otot kaki, serta membantu transisi anak belajar sepeda roda dua berpedal.
"Dia sudah terbiasa menyeimbangkan diri makanya pernah mencoba sepeda berpedal dan dia tampak seimbang didukund dengan kemahiran menggowes," kata Dela.
Penting pula, Dela sering membawa Arsa berkompetisi sepeda keseimbangan ini, bukan hanya di Pelaihari, ibukota Tala, tapi juga di Banjarbaru, ibukota Kalsel dan Banjarmasin.
"Memang belum pernah juara, sebab namanya anak-anak kadang mood dan tidak, tapi secara bertahap dia akan memahami arti lomba dan ini akan melatih jiwa kompetitif,” tukas Dela.
Di sela mendampingi Arsa berkompetisi sepeda luncur ke berbagai kota di Kalsel dapat menjadi sarana untuk rekreasi bagi keluarga.
Dirasakan Dela, lomba yang diadakan setiap akhir pekan membuat mereka sekeluarga bisa berkumpul bersama dan merefresh pikiran.
"Ayahnya Arsa yang sibuk bekerja setiap hari, perlu penyegaran dengan jalan-jalan sambil bawa anak berlomba," tukas Dela.
Demikian Dela juga ada penyegaran dari rutinitas mengurus rumah tangga sembari bekerja.
"Pastinya pulang kembali ke rumah, terasa nyaman dan anak senang," pungkasnya. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Muhammad-Arsakha-Deandra.jpg)