Kabar Kaltim

Ternyata Tetangga, Nelayan Malahing Bontang Kaltim Ini Tewas di Kapalnya Sendiri 

Ternyata tetangga sendiri, nelayan Malahing Bontang Kaltim ini tewas di kapalnya sendiri, Kamis (21/8/2025) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. 

Editor: Edi Nugroho
Tribunkaltim.com
NELAYAN DITEMUKAN MENINGGAL - Tangkapan layar dari video Pokdarwis Malahing, Mexsi. Proses evakuasi jenazah Laminsong, nelayan Berbas Pantai yang ditemukan meninggal diatas kapal ketinting nya, di kawasan perairan Pemukiman Malahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, Kamis (21/8/2025) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BONTANG - Ternyata tetangga sendiri, nelayan Malahing Bontang Kaltim ini tewas di kapalnya sendiri, Kamis (21/8/2025) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. 

Korban diketahui bernama Laminsong (59), warga RT 03 Kelurahan Berbas Pantai, yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat melaut pada Rabu (20/8/2025) sore sekitar pukul 16.00 Wita untuk menebar jaring dan memancing.

Biasanya, ia akan pulang ke rumah pada pagi hari. Namun kali ini, ia tidak kembali.

Baca juga: Hadiri Upacara Penutupan TMMD ke 125, Wawali Ananda Tegaskan Pentingya Sinergitas Dalam Pembangunan

Baca juga: Satresnarkoba Polres Banjarbaru Musnahkan Barbuk,  Sabu dan 1.827 Butir Obat Terlarang Diblender

Seorang nelayan Bontang ditemukan meninggal dunia di atas kapalnya yang tersangkut di belat perairan sekitar permukiman laut Malahing, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Kalimantan Timur, Kamis (21/8/2025) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. 

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang nelayan lain yang melihat kapal ketinting 

Namun, ia tidak berani mendekat sendirian dan akhirnya memanggil nelayan lain yang berada di sekitar lokasi. 

Saat diperiksa lebih dekat, barulah diketahui bahwa orang di dalam kapal adalah Laminsong, warga RT 03 Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan.

Salah satu nelayan yang mengenalinya adalah tetangganya sendiri.

Karena tidak punya akses untuk menghubungi aparat, para saksi kemudian menuju permukiman laut Malahing untuk melaporkan penemuan itu kepada Ketua Pokdarwis Malahing, Mexsi.

“Mereka tidak berani menyentuh sebelum ada petugas yang menangani. Makanya mereka datang ke Malahing dan bertemu saya,” ujar Mexsi saat dihubungi Tribunkaltim.co.

Mendapat laporan tersebut, Mexsi langsung menghubungi BPBD Bontang. Ia pun segera menuju lokasi yang berada di arah selatan Malahing.

Di sana ia melihat kondisi korban sudah meninggal dalam posisi duduk, kaki terlipat, dan bersandar di mesin kapal ketinting.

“Ada tali di lehernya. Itu tali belat, karena kapal masuk sampai ke tengah belat,” jelas Mexsi.

Tak lama kemudian, tim BPBD tiba menggunakan speed boat untuk melakukan evakuasi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved