Yayasan Adaro Bangun Negeri
Geliat Sains di Booth Adaro Kalsel Expo 2018
Aura pendidikan sains kembali memenuhi booth PT Adaro Indonesia dalam pagelaran Kalsel Expo 2018, di lapangan Murjani, Banjarbaru
Penulis: Dony Usman | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Aura pendidikan sains kembali memenuhi booth PT Adaro Indonesia dalam pagelaran Kalsel Expo 2018, di lapangan Murjani, Banjarbaru pada sabtu malam (1/9/2018).
Sejumlah eksperimen sains kembali di tampilkan dengan beragam alat permainan edukatif. Kegiatan yang bertajuk 'Bermain Sains di Stand Adaro' ini penuh permainan dan pengunjung.
Sejumlah eksperimen sains ditampilkan dengan memanfaatkan alat dan bahan sederhana yang dapat ditemui sehari-hari namun dapat dimanfaatkan menjadi hal menarik untuk pembelajaran sains.
Soda kue, asam sitrat, air mineral dan sarung tangan karet menjadi bahan-bahan yang dikenalkan oleh Filajuni dan Hendri Yadi Fasilitator kegiatan dari perkumpulan Guru Kelas Lentera Binaan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).
Setelah setiap bahan dicampurkan, sarung tangan karet seketika membesar dan bengkak seolah-olah mirip dengan tangan kingkong asli.
"Eksperimen tangan kingkong merupakan reaksi yang timbul dari percampuran setiap bahan yang kemudian memunculkan gas,' jelas Hendri Yadi.
Asam sitrat merupakan zat yang bersifat asam, sedangkan soda kue mempunyai sifat basa.
Soda kue jika bereaksi dengan asam sitrat akan menghasilkan gas yaitu gas karbondioksida, yang ditandai dengan adanya gelembung dan suara mendesis.
Seperti yang kita ketahui, gas bersifat mengisi ruang sehingga gas bergerak ke semua bagian dan mendesak sarung tangan untuk menjadi lebih besar.
Selain gas, reaksi asam sitrat dan soda kue juga menyebabkan terjadinya penurunan temperatur atau suhu sehingga airnya akan terasa dingin jika kita pegang.
Selain Tangan Kingkong eksperimen lain yang diboyong oleh Guru Kelas Lentera diantaranya; pemakan steorofoam, membuat pesan rahasia dan blue bottle yang bahan dan alatnya dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap pengunjung yang mampir semua tertarik dengan alat peraga yang dipajang, rasa penasaran dan bertanya terus keluar dari pengunjung yang mampir, bahkan ingin mencoba memainkannya.
Alat peraga sains yang ditampilkan adalah peraga grafitasi, magnet, tekanan, gaya gesek, reaksi kimia dan lain-lain.
Blue bottle salah satu alat peraga yang selalu dipegang pengunjung, karna cairan berwarna putih didalam botol akan berubah warna biru ketika dikocok. “Koq bisa ya....?“ kata sebagian pengunjung.
“Sejumlah eksperimen yang ada dapat menjadi solusi bagi orangtua, guru dan siswa untuk belajar sains sambil bermain. Dengan cara belajar yang menyenangkan, anak dapat memperoleh ilmu sains serta mengetahui sifat dan fungsi zat yang terkandung dalam suatu benda,“tukas Filajuni.
Peserta yang ikut bermain sains di booth adaro pun cukup beragam, mereka yang tertarik adalah anak-anak yang kebetulan melintas di depan booth. Tidak jarang orang tua menyuruh anaknya untuk bergabung mengikuti eksperimen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/eksperimen-tangan-kingkong_20180904_181109.jpg)