Berita Hulu Sungai Tengah
Jembatan Asam Pauh Rusak Parah Dihantam Sampah Sungai, Warga Terpaksa Jalan Memutar
Akibat dihantam sampah bambu yang terbawa arus deras, jembatan Asam Pauh, di Desa Bhakti Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Penulis: Hanani | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Akibat dihantam sampah bambu yang terbawa arus deras, jembatan Asam Pauh, di Desa Bhakti Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah tak bisa digunakan.
Saat ini tumpukan sampah masih nyangkut di bawah jembatan, membuat sebagian lantai dan pagar jembatan rusak.
Sampah bambu tersebut juga menancap di lantai jembatan, sehingga untuk saat ini tak bisa dilewati.
Warga setempat pun terpaksa harus memutar melewati jembatan alternatif sekitar 150 meter di desa tersebut, jika ingin menyeberang ke Rt 01.
“Biasanya jembatan itu digunakan warga kami untuk akses ke sawah. Sebagian anak-anak juga ada yang sekolah ke seberang jembatan,”kata Kades Bhakti Mahyuni, kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (14/1/2019).
Baca: Keuntungan Luna Maya Putus dari Ariel NOAH & Reino Barack yang Dikabarkan dengan Syahrini Terungkap
Baca: Cara Menonton Live Streaming Manchester City vs Wolverhampton Liga Inggris Pekan 22 Live MNC TV
Baca: Live TVRI! Link Live Streaming AS Roma vs Virtus Entella, Siaran Langsung Coppa Italia Malam Ini
Disebutkan, jembatan Asam Pauh tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah, pada banjir sekitar tahun 2012 lalu. Selanjutnya diperbaiki pemerintah kabupaten, dengan tetap membangun jembatan gantung lebih tinggi lagi.
“Tiap tahun desa kami diterjang banjir. Rupanya tiap tahun pula ketinggian air sungai meningkat saat meluap,”kata Mahyuni.
Dijelaskan, banjir kali ini sempat merendam beberapa rumah warga, namun hanya sebentar, air sudah surut. Demikian pula ruas jalan desa, sampai sore tadi mulai surut.
“Ini banjir pertama. Biasanya ada banjir susulan, kedua dan ketiga. Tiap tahun sampai tiga kali banjir,”ungkap Kades. Kades berharap, sawah warga yang sebagian sudah tanam tak sampai rusak.
“Saat ini masih terendam. Nanti baru tahu rusak tidaknya, setelah airnya surut,” tambahnya.
Sebelumnya, hujan deras yang melanda wilayah HST sejakSenin pukul 00.00 hingga pukul 09.00 wita, membuat sungai Hantakan dan Sungai Benawa meluap, dengan ketinggian mencapai tiga meter.
Dampaknya jembatan Gantung di Desa Bhakti Kecamatan Batubenawa rusak berat di bagian lantai, pagar akibat tumpukan sampah dari rumpun bambu yang hanyut dibawa arus deras menghantam bagian tengah jembatan.
Instruktur Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah HST, Rudi, menjelaskan, jembatan tersebut dihantam tumpukan rumpun bambu yanghanyut sejak pukul 07.00 wita, namun tak sampai membuat jembatan putus.
Disebutkan, Sungai Alat di Kecamatan Hantakan dan Sungai Benawa di Kecamatan Batubenawa hingga sore tadi sudah surut sekitar satu meter. Jika hujan deras kembali mengguyur wilayah pegunungan Meratus, warga Kota Barabai waspada banjir.
Selain di Kecamatan Batubenawa, dan Hantakan, di wilayah Kecamatan Batangalai Selatan, air sungai juga dilaporkan meluap.
“Berdasarkan pantauan tim kami, di irigasi Batangalai kondisi air pagi tadi ketinggiannya meningkat tajam,”kata Rudi. Warga yang bermukim di Batangalaipun diimbau tetap waspada, namun tetap tenang.