Wabah Virus Corona

Masa Puncak & Berakhirnya Virus Corona Terungkap, Ini Kata Peneliti ITB & Ustadz Abdul Somad

Setelah Ustadz Abdul Somad, terbaru ada peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membahas masa berakhir Virus Corona atau Covid-19.

Editor: Rendy Nicko
Kemenkes
Ilustrasi virus corona (COVID-19). Polisi bersikap tegas untuk meredam virus corona di Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selain pandemi, masa berakhirnya Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia sudah diprediksi oleh beberapa pihak. Setelah sebelumnya Ustadz Abdul Somad, terbaru ada peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membahasnya.

Jika Ustadz Abdul Somad memprediksi masa berakhirnya Virus Corona atau Covid-19 ini, maka peneliti dari ITB ini membahas banyak hal.

Melansir Informasi dari Kompas pada Selasa (24/3/2020), Pusat Permodelan Matematika dan Simulasi (P2MS) di Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melakukan simulasi dan permodelan sederhana dalam prediksi penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Melalui penelitian tersebut, Indonesia diprediksi akan megalami puncak jumlah kasus Virus Corona atau Covid-19 pada akhir Maret hingga pertengahan April 2020.

Obat Alternatif Virus Corona Selain Avigan & Klorokuin Ditemukan, Rasio Sembuh 90 Persen

Eks Pasien Virus Corona Bocorkan Obat Supaya Sembuh ke Ashanty & Aurel Hermansyah, Anang Bereaksi

Kesaksian Penggali Kubur Soal Pemakaman Ibunda Jokowi, Sebut Soal Tanah Kuburan Eyang Noto

Oki Setiana Dewi Kena Getah Ulah Ria Ricis, Postingan sang Ustadzah Soal Virus Corona Banjir Nyinyir

Rumah Rp 21,3 Miliar Milik Andre Taulany Disemprot Desinfektan, Cara Sohib Sule Cegah Virus Corona

Syahrini Soroti Orang Terpaksa Keluar Rumah Kala Wabah Virus Corona, Ini Doa Istri Reino Barack Itu

Pendemi corona ini diperkirakan akan berakhir pada saat kasus harian terbesar berada di angka sekitar 600 persen yang diprediksi pada bulan April tersebut.

“Perlu dicatat, ini hasil pemodelan dengan satu model yang cukup sederhana, tidak mengikutkan faktor-faktor kompleksitasnya tinggi, “ ujar tim peneliti Nuning Nuraini dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2020).

Nuning menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi kasus covid-19 di Indonesia yang menjadi bagian pendemi global.

"Dalam penelitian ini, kami berusaha menjawab pertanyaan mendasar tentang epidemi yang sedang terjadi saat ini di Indonesia melalui suatu model matematika sederhana," kata Nuning.

Sebuah penelitian yang menjadi jurnal ilmiah ini, tim peneliti membangun model representasi jumlah kasus Covid-19 dengan menggunakan model Richard’s Curve.

Model tersebut terbukti berhasil memprediksi awal, akhir, serta puncak endemi SARS di Hong Kong pada 2003 silam.

Via Vallen Alami Depresi 2 Bulan, Sempat Menangis di Depan Melaney Ricardo dan Cerita Ini

Surat Seruan Gubernur DKI Soal Setop Sementara Hubungan Suami Istri Cegah Covid-19 Ternyata Hoaks

Ungkap Rindu Irwan Mussry, Maia Estianty Singgung Nasib Tim Medis Indonesia Kala Wabah Virus Corona

Setelah menentukan model penelitian ini, tim akhirnya menguji berbagai data kasus Covid-19 terlapor dari berbagai macam negara.

Seperti China, Iran, Italia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, termasuk data akumulatif seluruh dunia.

Secara matematik, model Richard’s Curve Korea Selatan paling cocok sebab kesalahannya sangat kecil disandingkan dengan data terlapor di Indonesia.

Jika dibanding data negara lain, kesesuaian ini diambil saat Indonesia memiliki 96 kasus positif corona.

"Bisa dikatakan, jika kita punya penanganan yang mungkin sama, sesuai dengan publikasi yang ada dengan Korea Selatan, tanpa memasukkan faktor kompleksitas lainnya seperti temperatur lingkungan, kelembaban dan lainnya, seharusnya kita bisa mendapat kesimpulan yang sama persis dengan apa yang ditulis pada publikasi kami,“ kata dia.

Namun hal ini bukan lah perkara mudah, sebab Korea Selatan menjadi salah satu negara paling baik dalam penanganan covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved