Ekonomi dan Bisnis
Impor Kalsel Merosot pada November 2025, Begini Data Statistiknya
Berdasarkan data statistik yang dilansir BPS Kalsel, Senin (1/12/2025), nilai ekspor Bumi Lambung Mangkurat mengalami kenaikan
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berdasarkan data statistik yang dilansir BPS Kalsel, Senin (1/12/2025), nilai ekspor Bumi Lambung Mangkurat mengalami kenaikan sedangkan impor terjadi penurunan.
Kepala BPS Kalsel, Muhammad Mukhanif mengatakan, nilai ekspor Kalimantan Selatan Oktober 2025 mencapai 882,41 juta dolar AS atau naik 12,82 persen dibanding ekspor September 2025 yang senilai 782,15 juta dolar AS.
"Lima komoditas ekspor terbesar Oktober 2025 di Kalimantan Selatan antara lain bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani serta nabati," jelasnya.
Bahan bakar mineral senilai 758,51 juta dolar AS sebanyak 85,96 persen; lemak dan minyak hewani/nabati senilai 84,31 juta dolar AS atau 9,55 persen.
Kemudian kayu dan barang dari kayu senilai 15,70 juta dolar AS (1,78 persen); karet dan barang dari karet senilai 11,81 juta dolar AS (1,34 persen) dan berbagai produk kimia senilai 8,24 juta dolar AS (0,93 persen).
Lima negara tujuan barang ekspor terbesar di Oktober 2025 adalah Cina sebesar 360,00 juta dolar AS (40,80 persen), Malaysia sebesar 117,01 juta dolar AS (13,26 persen).
Kemudian, India sebesar 73,81 juta dolar AS (8,36 persen), Korea Selatan sebesar 68,47 juta dolar AS (7,76 persen) dan Filipina sebesar 63,67 juta dolar AS (7,22 persen).
"Pada Oktober 2025, ekspor barang asal Kalsel mencapai 882,41 juta dolar AS atau naik 12,82 persen dibanding nilai ekspor September 2025 yang sebesar 782,15 juta dolar AS," jelas Mukhanif.
Sedangkan impor Kalsel Oktober 2025 mencapai 130 juta dolar AS, turun 17,89 persen dibandingkan pada September 2025 yang sebesar 158,34 juta dolar AS.
Lima komoditas impor Oktober 2025 di Kalsel antara lain bahan bakar mineral senilai 96,83 juta dolar AS (74,48 persen), mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya senilai 18,45 juta dolar AS (15,08 persen).
Kemudian, bahan kimia organik senilai 3,95 juta dolar AS (3,04 persen); kapal, perahu dan struktur terapung senilai 2,97 juta dolar AS (2,28 persen) dan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya senilai 2,13 juta dolar AS (1,64 persen).
Lima negara asal barang impor terbesar di Oktober 2025 adalah Singapura sebesar 96,99 juta dolar AS (74,60 persen), Cina sebesar 24,01 juta dolar AS (18,47 persen), Malaysia sebesar 5,63 juta dolar AS (4,33 persen), Brunei Darussalam sebesar 1,26 juta dolar AS (0,97 persen) dan Jerman sebesar 0,87 juta dolar AS (0,67 persen).
Menurut golongan penggunaan barang pada Oktober 2025, golongan barang konsumsi sebesar 8,22 juta dolar AS dan golongan barang modal sebesar 19,66 juta dolar AS.
Dibandingkan dengan September 2025, masing-masing golongan mengalami penurunan sebesar 2,78 persen dan 69,69 persen.
Sedangkan golongan bahan baku/penolong sebesar 102,12 juta dolar AS mengalami peningkatan sebesar 20,13 persen bila dibandingkan dengan September 2025. Neraca perdagangan Kalimantan Selatan Oktober 2025 mengalami surplus 752,41 juta dolar AS.
| Hunian Hotel Berbintang Turun Hingga 41,84 Persen, Begini Persentase Pertumbuhannya |
|
|---|
| Antusias Berhaji Dorong Lonjakan Nasabah, Segini Jumlah Dana dan Nasabahnya |
|
|---|
| Jelang Iduladha 2026, Setiap Hari Ratusan Ekor Sapi dari Luar Kalsel Tiba di Pelabuhan Trisakti |
|
|---|
| Harga Telur Ayam Bertahan dalam Sepekan, Begini Deretan Harganya |
|
|---|
| Film Pengidap Alzheimer Bikin Penonton di Banjarmasin Menangis, Begini Inti Ceritanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kapal-Bongkar-Muat-di-Pelabutan-Trisakti-Banjarmasin.jpg)