Sukses Story
Pengalaman Lebih Berharga dari Materi
Kisah tersebut tercermin dalam perjalanan hidup Ustadz Dr Ir Syahrial Shaddiq MEng MM MSi seorang akademisi muda
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Namun, dengan ketekunan, kerja keras, serta doa yang tidak pernah berhenti, semua tantangan tersebut dapat ia lalui dengan baik.
Bagaimana kemudian Anda menjadi seorang dosen?
Bagi saya, menjadi dosen bukan sekadar profesi, tetapi merupakan panggilan jiwa. Saya percaya, pendidikan adalah salah satu cara paling efektif untuk membangun masa depan bangsa.
Saat ini, saya berkarier sebagai Dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.
Di lingkungan kampus, saya dikenal sebagai akademisi yang aktif dalam kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Bidang pengajaran saya juga sangat beragam, mencerminkan latar belakang akademik yang multidisiplin.
Saya mengajar dan berkontribusi dalam berbagai program studi mulai dari ekonomi, akuntansi, manajemen, ekonomi pembangunan, magister ekonomi pembangunan, magister studi pembagunan, magister manajemen, magister kesehatan masyarakat, magister ilmu komunikasi, doktor ilmu manajemen, teknik informatika, farmasi dan kimia (mata kuliah kewirausahaan), teknologi informasi, statistika, sistem informasi, perpajakan, hingga teknik komputer pada jenjang D3, S1, S2, dan S3.
Bagaimana gaya atau pola Anda dalam mengajar?
Dalam menjalankan peran sebagai dosen, saua tidak hanya mengajar, tetapi juga berupaya membangun karakter mahasiswa agar memiliki kompetensi akademik, integritas, serta semangat inovasi.
Anda juga aktif dalam organisasi dan pengembangan keilmuan, bisa diceritakan?
Selain berkarier sebagai akademisi, saya juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan keilmuan.
Kepercayaan yang diberikan yakni Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Banjarbaru dan Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Banjarmasin.
Melalui berbagai organisasi profesi, akademik, dan sosial, saya berupaya berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta pembangunan masyarakat.
Aktivitas ini sekaligus menjadi wadah untuk memperluas jaringan akademik dan kolaborasi penelitian.
Sebagai akademisi saya juga produktif dalam kegiatan ilmiah, yaitu seminar nasional, konferensi, pelatihan akademik, dan forum diskusi ilmiah, baik sebagai pembicara, narasumber dan trainer.
Kompetensi multidisiplin yang dimiliki membuat saya sering dipercaya menjadi pembicara, narasumber, maupun trainer dalam berbagai kegiatan ilmiah dan profesional.
Saya juga kerap diundang untuk memberikan materi dalam seminar, workshop, pelatihan, dan kuliah umum yang membahas berbagai topik antara lain. Pengembangan sumber daya manusia, Manajemen dan kepemimpinan, Ekonomi dan pembangunan, Teknologi informasi dan digitalisasi, Pendidikan dan pengembangan akademik, Public speaking dan pengembangan diri.
Kemampuan menyampaikan materi secara sistematis, ilmiah, namun tetap komunikatif membuatnya banyak peserta senang dan merasa mudah menerima.
Apa visi masa depan Anda?
Meski telah mencapai berbagai prestasi, saya tetap memegang prinsip bahwa proses belajar tidak pernah berhenti. Bagi saya, ilmu pengetahuan adalah perjalanan panjang yang harus terus dijalani.
Target hidup saya sederhana,.namun bermakna yaitu menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat serta meraih jabatan guru besar pada usia yang relatif muda.
Saya percaya, kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari gelar atau jabatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Sukses Tak Datang Tiba-tiba
KISAH perjalanan Syahrial Shaddiq memberikan pesan penting bagi generasi muda, kesuksesan tidak datang secara tiba-tiba. Ia lahir dari kombinasi kerja keras, disiplin, konsistensi, keikhlasan dan doa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Dr-Ir-Syahrial-Shaddiq-MEng-MM-Dosen-FEB-ULM12.jpg)