Ekonomi dan Bisnis
Strategi Jitu Pengembang Perumahan Gencarkan Pemasaran, Begini Strateginya
Di tengah gempuran lonjakan harga bahan bangunan yang terus meningkat dan menjaga daya tarik pasar
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Di tengah gempuran lonjakan harga bahan bangunan yang terus meningkat dan menjaga daya tarik pasar, khususnya di segmen rumah subsidi, pengembang perumahan di Kalsel fokus pada strategi pemasaran dan penjualan.
Meski biaya pembangunan mengalami tekanan akibat kenaikan harga material, penjualan rumah belum terdampak signifikan.
Namun sejumlah pengembang mengakui adanya perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sehingga diperlukan langkah pemasaran yang lebih agresif dan kreatif.
Rony, Developer Perumahan Surya Persada Gambut di Kabupaten Banjar, mengatkan, promosi menjadi kunci utama dalam mempertahankan minat calon pembeli.
“Strateginya adalah promosi yang konsisten di media online serta menawarkan promo-promo menarik agar calon pembeli tetap tertarik,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Sekretaris REI (Real Estate Indonesia) Kalsel Hasanuddin, menyatakan, selain promosi, menjaga kualitas bangunan dan kepercayaan konsumen tetap menjadi faktor penting dalam pemasaran.
“Kami tetap mengutamakan kualitas dan menjaga kepercayaan konsumen agar pasar tetap terjaga,” kata Hasan yang juga Direktur PT ABSY di Banjarmasin.
Sementara Sekretaris DPD Apersi Kalsel, Muhammad Fikri, mengungkapkan saat ini, penjualan perumahan mengalami sedikit perlambatan dibandingkan dengan bulan April 2025.
"Kondisi ini mendorong kami para pengembang untuk mengambil berbagai langkah strategis guna menjaga minat pasar," katanya.
Satu di antara upaya yang dilakukan adalah dengan menawarkan berbagai promo menarik, seperti diskon, bonus, hingga cashback bagi masyarakat yang ingin membeli rumah.
Diharapkan, Insentif ini dapat membantu mendorong keputusan pembelian di tengah situasi pasar yang lebih menantang.
Di sisi lain, terdapat tantangan besar dari segi biaya produksi. Harga bahan baku mengalami kenaikan hingga hampir 20 persen, berdampak langsung pada membengkaknya biaya pembangunan.
Sementara, harga jual rumah subsidi tidak mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pengembang.
Sebagai bentuk respons, asosiasi berperan aktif menjembatani aspirasi para anggotanya di lapangan.
Melalui DPP Apersi, asosiasi menyampaikan kondisi ini kepada pemerintah pusat dengan harapan adanya penyesuaian harga jual rumah subsidi agar tetap sejalan dengan kondisi pasar dan biaya produksi saat ini.
Dalam hal pemasaran, asosiasi juga mendorong anggotanya untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, seperti BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka potensi pasar baru dan meningkatkan efektivitas sosialisasi proyek-proyek perumahan yang sedang dikembangkan. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
| Pelaporan SPT Lewat Coretax Capai 520 Ribu Wajib Pajak, Begini Datanya |
|
|---|
| Imbas Lonjakan Harga, Pedagang Kecil Beralih ke Plastik Daur Ulang |
|
|---|
| BBM Non Subsidi Naik, Harga Pertamax di Pengecer Tapin Tembus Rp16 Ribu per Botol |
|
|---|
| Pebisnis Laundry di Kalsel Mulai Resah, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Standar Keamanan Pangan Diperkuat Pelindo, Begini Imbau Kewaspadaannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pengembang-perumahan-Al-Fatih-di-kawasan-Palam-Cempaka-Banjarbaru22.jpg)