Ekonomi dan Bisnis

Harga Emas Perhiasan Merosot, Begini Daya Beli Masyarakat

Harga emas perhiasan sejak awal April 2026 semakin terperosok, namun tren penurunan ini tidak mampu membangkitkan daya beli

Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Banjarmasin Post/dok
HARGA TURUN - Aneka emas perhiasan berbagai kadar di satu toko emas di Banjarmasin, Kalsel. Harga turun signifikan di awal pekan ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga emas perhiasan sejak awal April 2026 semakin terperosok, namun tren penurunan ini tidak mampu membangkitkan daya beli terhadap logam mulia tersebut.

H Ahmad, pemilik toko emas Ahmad di Pasar Lama Banjarmasin, mengatakan, harga emas kini turun cukup tajam, penyebabnya tidak diketahui.

"Hari ini harga emas belum update, namun diperkirakan akan kembali turun Rp 20 ribu per gram," ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Padahal, harga emas Senin (27/4/2026) untuk patokan harga 999 : Rp2.450.000/gram, kadar 700 mulai dari Rp1.850.000/gram dan kadar emas terendah 
375/ 420 dibanderol mulai dari Rp930.000/gram.

"Walaupun harga emas turun, tapi jual beli malah terbilang sangat sepi," ungkapnya.

Aisyah, karyawan di salah satu perusahaan percetakan di Banjarmasin, menyatakan, harga emas sekarang terbilang sudah tidak masuk akal, kenapa? Karena perbandingan antara gaji yang dihasilkan sudah tidak bisa disisihkan untuk membeli perhiasan.

Dicontohkan, tahun 2000 ia dapat gaji Rp1 juta per bulan atau jika dikonversikan bisa beli emas 10 gram, karena masa itu harga emas Rp85 ribu per gram.

"Sekarang untuk beli emas 2 gram saja, gaji saya satu bulan tidak cukup," katanya.

Aisyah mengaku, sangat tidak memungkinkan lagi bisa menyisihkan beli emas dari uang gaji, karena tidak sebanding.

Walaupun emas adalah harta yang mampu stabil untuk investasi, kenyataannya daya beli masyarakat sudah tidak mampu lagi menjangkaunya.

Senada dinyatakan Anita, pendapatan atau gaji yang dihasilkan masyarakat sekarang ini jauh daripada cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi berpikir untuk menabung dengan investasi emas.

"Sudah sangat tidak memungkinkan lagi beli emas, dulu saya suka menyisihkan gaji untuk beli logam mulia, namun kini lebih memikirkan kebutuhan dapur saja," tandasnya. 

Diketahui, penurunan drastis harga emas pada April 2026 utamanya disebabkan oleh penguatan dolar AS.

Selain itu kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS, dan ekspektasi penundaan pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Sentimen ini memicu aksi jual berantai di pasar, mengurangi daya tarik emas sebagai safe haven. 

Selain itu, penurunan tensi geopolitik di Timur Tengah sempat mengurangi permintaan emas.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved