Ekonomi dan Bisnis
Permintaan Sapi Kurban Turun 50 Persen, Begini Penyebabnya
Pada tahun 2026 ini untuk permintaan sapi kurban Iduladha 1447 Hijriyah menurun hingga lebih dari 50 persen
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tidak seperti biasa, tahun ini permintaan sapi kurban mengalami penurunan drastis. Padahal, Hari Raya Kurban atau Iduladha serta hari-hari tasyrik, tinggal satu hari lagi.
Tidak hanya di kalangan masyarakat yang permintaannya menurun, kalangan perusahaan juga bahkan ada yang sama sekali tidak membeli sapi kurban.
Dikatakan pemilik ASKI Farm, dr Ilham, tahun ini untuk permintaan sapi kurban Iduladha 1447 Hijriyah menurun hingga lebih dari 50 persen.
Diakui, Ilham, pada tahun-tahun sebelumnya, permintaan hewan kurban seperti sapi, jauh hari sebelum Iduladha sudah banyak yang memesan. Namun, tahun ini, satu hari menjelang hari-hari tasyrik, pemesanan pun masih belum memenuhi target.
"Tahun lalu untuk pembelian sapi kurban mencapai 400 ekor. Sedangkan sekarang baru terjual 80 ekor," ujar Ilham yang kandang sapinya berlokasi di Jalan Palam Raya, Banjarbaru.
Menurut analisa Pak Dokter, demikian panggilan akrabnya, penurunan ini karena faktor ekonomi yang sedang melemah, sehingga berkolerasi dengan daya beli.
"Pembeli dari kalangan masyarakat umum dan juga pengurus masjid biasanya beli hingga lima ekor sapi, sekarang paling banyak hanya dua ekor," ujarnya, Senin (25/5/2026).
Penurunan daya beli juga dialami kalangan perusahaan yang biasa langganan sapi kurban dalam jumlah banyak. Perusahaan beli lebih sedikit dan bahkan ada yang tidak pesan sapi sama sekali.
ASKI Farm yang berdiri sejak 2019 dan cabang di Banjarbaru beroperasi tiga tahun, menyediakan sapi Bali, sapi Flores, Simmental, Limousin dan PO (Peranakan Ongole).
"Harga jual Rp15 juta-Rp 25 juta sapi Bali, sedangkan sapi besar seperti Limousin Rp 25 juta hingga Rp 100 juta," jelas Ilham.
Sapi yang masuk ke kandang ASKI Farm sebelumnya per ekor sudah melalui cek laboratorium hewan dan dinyatakan semua sehat.
"Tidak berpenyakit, tidak ada cacat fisik baik tanduk, kuku, buah zakar, dan lainnya," kata Ilham seraya mengatakan berat per ekor sapi kurban yang jenis Limousin dari 400 sampai 900 kilogram.
Karena modal pembelian sapi kurban sudah harga tinggi, maka jika tidak semua laku, maka akan dipotong sendiri dan jual dagingnya sehingga secara perhitungan bisa balik modal.
Tak hanya khusus lebaran, ASKI Farm juga melayani penjualan sapi untuk kebutuhan masyarakat antara lain pedagang pasar dan petani penggemukan sapi dengan harga mulai Rp9 jutaan.
Dalam hal pemeliharaan di kandang, ASKI Farm yang menempati lahan satu hektare juga menanam rumput makanan sapi yang ditanam di bagian belakang kandang. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
| Trio Motor Gelar Kreativitas Pecinta Scoopy, Ini Target dan Sasarannya |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Capai 5,67 Persen, Begini Kata Ekonom Banua |
|
|---|
| Pengguna QRIS Tercatat 832.209 Orang, Begini Penjelasan Bank Indonesia |
|
|---|
| Emas Runtuh Saat Dolar Naik, Ini Daftar Harga Emas Terbaru |
|
|---|
| Harga Bokar Terbaru di Kalsel di Atas Rp17 Ribu, Efek Konflik Timur Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pengelolaan-ASKI-Farm-Banjarbaru.jpg)