Tribun Smart
Cara Positif Menggunakan Media Sosial
Dunia media sosial dan copywriting digelutinya saat ini. Kemampuan itu dilatih sejak kecil yang diawali suka menulis
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dunia media sosial dan copywriting digelutinya saat ini. Kemampuan itu dilatih sejak kecil yang diawali suka menulis dan mengekspresikan perasaan lewat kata-kata, terutama puisi.
Dari situ Destiana Andini Putri mulai tertarik bagaimana mengolah sebuah tulisan agar bisa memengaruhi orang lain. Sebab tulisan dapat menjadi pondasi awal untuk berbagi sudut pandang dan pemikiran terdalam penulis kepada pembaca.
"Bagi saya, media sosial tidak hanya sebagai tempat hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagi inspirasi dan edukasi. Karena itu, saya mulai belajar copywriting secara otodidak agar pesan yang saya sampaikan dapat lebih bermakna dan relate bagi anak muda," kata siswi SMAN 1 Alalak, Batola ini.
Supaya seluruh karya tulis itu terdokumentasi, Putri membuat akun Instagram khusus kumpulan puisi karyanya. Selain itu membagikan serangkaian tulisan yang berisi kerangka berpikir, antara lain bagaimana ia memaknai kehidupan dan tindakan yang ia lakukan.
"Media sosial punya pengaruh yang sangat besar, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Menurut saya, media sosial dapat menjadi sarana edukasi dengan membagikan informasi yang positif, inspiratif, dan bermanfaat untuk banyak orang," katanya.
Bagi peraih Duta GenRe Putri Kota Banjarmasin 2026 ini, media sosial juga dapat menjadi tempat menyuarakan isu sosial dan mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, media sosial dapat menjadi ruang untuk meningkatkan personal branding sesuai potensi yang dimiliki.
"Menurut saya, generasi muda memiliki peran yang besar karena kita adalah pengguna media sosial terbesar sekaligus calon pemimpin masa depan. Lingkungan positif bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menyebarkan edukasi, saling mendukung, tidak mudah menghakimi, dan menjadi contoh yang baik di lingkungan sekitar," ungkapnya.
Anak muda juga harus berani menyuarakan hal-hal positif dan membawa perubahan yang berdampak. Karena sejatinya, masa depan ditentukan oleh lingkungan pertemanan.
"Jika berada di lingkungan yang positif, kita akan terdorong untuk terus berkembang. Sebaliknya, jika berada di lingkungan negatif, kita akan mudah terbawa arus dan pengaruh buruk," tegas Putri.
Selain itu, public speaking sangat membantu Putri menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan berani menyampaikan pendapat. Dulu, ia selalu merasa gugup dan takut saat berbicara di depan umum. Namun, semakin sering mencoba, ia belajar mengontrol rasa takut dan lebih mengenal kemampuan diri sendiri.
"Public speaking membuat saya lebih mudah beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang lain, bertemu dengan banyak orang hebat, dan memperluas relasi. Public speaking juga membawa pengaruh besar dalam perjalanan saya sebagai seorang duta," ungkapnya.
Selain urusan sekolah atau akademik, Putri juga berorganisasi dan mengikuti berbagai kompetisi. Dari banyak kegiatan itu ia selalu membuat skala prioritas dan jadwal harian. Biasanya, ia menentukan mana yang paling mendesak dan penting terlebih dahulu.
"Selain itu, saya juga belajar disiplin terhadap waktu dan tidak menunda pekerjaan. Saya selalu memastikan apa yang menjadi tanggung jawab saya tidak terlewatkan, baik sebagai pelajar, pengurus organisasi, maupun role model di masyarakat. Prinsip saya, bersinarlah tanpa menjatuhkan salah satunya, agar tetap sejalan dan seimbang," tukasnya.
Jadi, walaupun cukup sibuk, ia tetap menyempatkan waktu untuk beristirahat dan menjalankan hobi yang dimiliki, yaitu membaca buku, menulis, dan berolahraga.
Dalam keorganisasian, Putri aktif di organisasi debat, Paskibra SMALAK, Karya Ilmiah Remaja, Volunteer Lingkungan dan GG Bereaksi 0.3 Banjarmasin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Destiana-Andini-Putri.jpg)