Ekonomi dan Bisnis

Pergerakan Gadai Emas Capai Rp 1,03 Triliun, Begini Pertumbuhannya

Tabungan nasabah mencapai Rp 5,43 triliun dengan pertumbuhan Rp 97,57 miliar secara year to date

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Gazali untuk BPost
BSI memfasilitasi nasabah gadai emas dengan proses cepat, mudah dan berkah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tabungan nasabah mencapai Rp 5,43 triliun dengan pertumbuhan Rp 97,57 miliar secara year to date, sementara outstanding gadai emas menembus Rp 1,03 triliun dan melampaui target yang ditetapkan pada Mei 2026.

Pertumbuhan tersebut tercermin dari meningkatnya dana pihak ketiga atau DPK, pertumbuhan tabungan, serta kinerja pawning atau gadai emas yang berhasil melampaui target posisi Mei 2026.

Hingga posisi 31 Mei 2026, total DPK BSI Area Balikpapan mencapai Rp 9,11 triliun, tumbuh Rp 148,65 miliar secara year to date dibandingkan posisi akhir Desember 2025. 

Dari jumlah tersebut, tabungan menjadi salah satu produk utama yang menunjukkan pertumbuhan positif, yakni mencapai Rp 5,43 triliun atau tumbuh Rp 97,57 miliar secara year to date.

Pertumbuhan tabungan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap BSI sebagai mitra transaksi dan penyimpanan dana. 
Hal ini juga menjadi indikator bahwa layanan perbankan syariah semakin diterima masyarakat, baik untuk kebutuhan harian, pengelolaan keuangan keluarga, maupun aktivitas usaha.

Di sisi pembiayaan, BSI Area Balikpapan juga mencatat kinerja menonjol pada segmen pawning atau gadai emas. Hingga 31 Mei 2026, outstanding pawning BSI Area Balikpapan mencapai Rp 1,03 triliun, tumbuh Rp217,10 miliar secara year to date. 

Capaian ini telah melampaui target posisi Mei 2026 sebesar Rp 962,53 miliar, dengan pencapaian 107,15 persen.

Secara total, pembiayaan BSI Area Balikpapan per 31 Mei 2026 mencapai Rp 6,01 triliun atau 97,12 persen dari target posisi Mei 2026 sebesar Rp 6,19 triliun. Total pembiayaan tersebut tumbuh Rp 273,75 miliar secara year to date.

Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat mengatakan, pertumbuhan DPK, tabungan, dan pawning menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan masyarakat terhadap BSI terus menguat.

“Pertumbuhan tabungan dan DPK menunjukkan bahwa masyarakat semakin menjadikan BSI sebagai mitra utama dalam mengelola keuangan. Di saat yang sama, kinerja pawning yang melampaui target juga menunjukkan bahwa layanan gadai emas BSI semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Sefudin.

Menurutnya, BSI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan untuk menyimpan dana, tetapi juga sebagai mitra yang menyediakan solusi keuangan syariah secara menyeluruh. Mulai dari layanan transaksi, tabungan, pembiayaan, hingga solusi berbasis emas yang dapat digunakan untuk kebutuhan produktif maupun konsumtif.

“Gadai emas BSI menjadi salah satu layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Produk ini dapat menjadi solusi likuiditas yang cepat, aman, dan sesuai prinsip syariah, baik untuk kebutuhan usaha, pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan keluarga,” jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin) 
    

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved