Ekonomi dan Bisnis
Petani dan Pedagang Kecil Terbanyak Terima KUR, Begini Nilai dan Debiturnya
Pembiayaan usaha dari pemerintah terhadap pelaku usaha baik berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan Umi (Ultra Mikro) terbanyak
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pembiayaan usaha dari pemerintah terhadap pelaku usaha baik berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan Umi (Ultra Mikro) terbanyak disalurkan kepada para petani dan pedagang kecil.
Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Catur Ariyanto Widodo menyatakan, Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kalsel tersalur Rp 1,8 triliun kepada 24.881 debitur dan Pembiayaan Umi Ultra Mikro (UMi) tersalur Rp 22,76 miliar kepada 4.220 debitur.
"Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kemenkeu sampai 30 April 2026, kinerja KUR Mikro, total penyaluran 35,03 persen dari target Rp 5,15 triliun," jelasnya.
KUR disalurkan secara konvensional sebesar Rp 1.734,87 miliar (96,11 persen) dan syariah sebesar Rp 70,24 miliar (3,89 persen).
"Secara nasional, Kalsel berada pada peringkat 17. Peringkat ke-2 se-Kalimantan untuk realisasi. penyaluran," jelas Catur.
Sektor pertanian menjadi sektor penerima KUR terbanyak sebesar Rp 622,50 miliar (34,49 persen) kepada 10.893 debitur dan skema mikro menjadi skema terbesar dengan penyaluran sebesar Rp 1.141,05 miliar (63,21 persen) kepada 22.325 debitur.
Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp 318,75 miliar kepada 3.492 debitur. Disusul Tanahbumbu sebesar Rp 243,21 miliar kepada 2.329 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp 188,70 miliar kepada 2.969 debitur.
BRI mencatat penyaluran KUR tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp 1.178,58 miliar kepada 21.358 debitur. Kemudian Bank Mandiri sebesar Rp 195,65 miliar kepada 1.596 debitur. Selanjutnya, BNI sebesar Rp 186,21 miliar kepada 564 debitur.
Dikatakan Catur, dalam memperkuat inklusi keuangan bagi masyarakat, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalsel, total penyaluran pembiayaan UMi sebesar Rp 22,76 miliar kepada 4.220 debitur. UMi disalurkan secara Konvensional sebesar Rp 2,96 miliar (13,02 persen) dan Syariah Rp 19,80 miliar (86,98 persen).
Kalsel menempati posisi ke-28 dari 34 provinsi se-Indonesia dalam realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara nasional. Serta secara regional Kalimantan, penyaluran kinerja UMi menempati urutan ke-3 se-Kalimantan.
Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp 4,66 miliar kepada 804 debitur. Disusul Kabupaten Banjar sebesar Rp 2,92 miliar kepada 537 debitur dan Hulu Sungai Selatan (HSS) sebesar Rp 2,49 miliar kepada 437 debitur.
Sektor perdagangan menjadi sektor penerima UMi terbanyak sebesar 98,32 persen. Berdasarkan skema, penyaluran didominasi menggunakan skema kelompok sebesar Rp 19,80 miliar.
PNM mencatat penyaluran UMi tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp 19,80 miliar kepada 3.638 debitur.
Guna menjamin ketepatan sasaran dukungan finansial bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Kanwil DJPb Prov Kalsel secara intensif memperkuat fungsi pengawasan melalui monitoring dan evaluasi berkala bersama seluruh mitra penyalur.
Kolaborasi strategis ini akan terus ditingkatkan demi memastikan keberhasilan pola penyaluran di titik-titik pertumbuhan seperti di Kota Banjarmasin dapat teramplifikasi secara merata ke seluruh kabupaten/kota.
| BSI RO IX Kalimantan Distribusikan 2.136 Hewan Kurban di Wilayah Kalimantan |
|
|---|
| 32 Hewan Kurban Dibagikan Pelindo, Ini Sasarannya |
|
|---|
| Harga Telur Ayam Ras Rp 27 Ribu Per Kilogram, Permintaan Cenderung Berkurang |
|
|---|
| Inflasi Kalsel Terkendali Sepanjang Triwulan I 2026, Ini Faktor Penyebabnya |
|
|---|
| Permintaan Sapi Kurban Turun 50 Persen, Begini Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/DokPedagang-capai-di-Pasar-Sentra-Antasari-Banjarmasin2.jpg)