Ekonomi dan Bisnis

Sejauh Mana Pengaruh Pelemahan Rupiah Terhadap Harga Emas, Begini Kata Pengamat

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS umumnya mendorong kenaikan harga emas di dalam negeri.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
dok banjarmasin post
Erini Junita Sari BA (Hons) MSc, Dosen STIEI Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS umumnya mendorong kenaikan harga emas di dalam negeri. Tentunya perlu strategi bagi masyarakat termasik investor emas menyikapi hal ini.

Pengaruh rupiah menang dibenarkan pengamat ekonomi, Erini Junita Sari BA (Hons) MSc yang juga Dosen Institut Bisnis dan Teknologi (Ibitek) Banjarmasin.

"Hal ini terjadi karena harga emas dunia menggunakan dolar AS sebagai acuan. Ketika rupiah melemah, masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak rupiah untuk membeli emas meskipun harga emas global tidak mengalami kenaikan yang signifikan," katanya, Jumat (5/6/2026).

Selain itu, saat kondisi ekonomi dan nilai tukar sedang tidak stabil, banyak orang memilih mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman, salah satunya emas. Meningkatnya permintaan tersebut turut mendorong harga emas di pasar domestik menjadi lebih tinggi.

"Risiko yang perlu diperhatikan investor emas, meski harga emas saat ini cenderung naik, investor tetap perlu berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan," jelas Erini.

Jika kebijakan Bank Indonesia berhasil memperkuat nilai tukar rupiah, harga emas dalam negeri dapat terkoreksi meskipun harga emas dunia tetap tinggi.

Risiko lainnya selisih harga beli dan jual kembali. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, perbedaan antara harga beli dan harga buyback biasanya semakin lebar. Hal ini dapat mengurangi keuntungan, terutama bagi investor yang menjual emas dalam waktu singkat.

Juga menjadi risiko adalah membeli saat harga sedang sangat tinggi. Keputusan membeli karena takut ketinggalan tren (Fomo) dapat berisiko. Setelah mencapai titik tertinggi, pasar sering mengalami koreksi akibat aksi ambil untung dari para investor.

Apakah kondisi Ini akan berlangsung lama?Menurut Erini, tekanan terhadap rupiah saat ini sebagian besar dipengaruhi faktor global, seperti tingginya suku bunga di Amerika Serikat dan ketidakpastian geopolitik dunia. Oleh karena itu, pelemahan Rupiah masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah.

"Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, namun upaya tersebut lebih bertujuan meredam gejolak pasar daripada membalikkan tren secara cepat," terangnya.

Sementara, kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat perekonomian nasional, seperti hilirisasi industri dan optimalisasi devisa ekspor, membutuhkan waktu sebelum dampaknya benar-benar terasa. Selama ketergantungan terhadap impor masih tinggi, Rupiah akan tetap rentan terhadap perubahan kondisi global.

"Langkah yang dapat dilakukan masyarakat, dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, masyarakat perlu mengelola keuangan dengan lebih bijak," katanya 

Jika ingin berinvestasi emas, pertimbangkan membeli secara bertahap dan rutin agar tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga.

Pastikan dana darurat tetap tersedia sebelum menempatkan dana pada investasi jangka panjang.
Kurangi konsumsi barang impor dan lebih mengutamakan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian nasional sekaligus membantu mengurangi tekanan terhadap permintaan valuta asing.

Adapun dampak bagi perekonomian daerah,  pelemahan rupiah dan kenaikan harga emas tidak memberikan dampak yang sama bagi setiap daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved