berita Kalteng

Kontrakan Dimasuki Perampok, Begini IRT Ini Pertahankan Diri Saat Dibekap hingga Dipukul Linggis

Perampok memasuki rumah warga Perumahan Pandawa, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 4,5, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hari Widodo
Tribunnews.com
PERAMPOK- Ilustrasi- perampokan disertai penganiayaan terjadi di Kotim menyasar rumah kontrakan yang ditempati IRT bernama Marni (42). Aksi pelaku membuat korban kini terbaring di RSUD Dr Murjani, Jumat (20/2/2026) kemarin.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Aksi perampok menggegerkan warga Perumahan Pandawa, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 4,5, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Pelaku menyasar rumah yang ditinggali seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Marni (42).

Pelaku menyerang Marni dengan senjata tajam hingga membuat korban terluka.

Akibat peristiwa perampokan yang dialaminya, korban mendapat perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit sejak Jumat (20/2/2026) kemarin. 

Baca juga: Perampok Bertopeng Gagal Beraksi di Desa Mantewe Tanahbumbu, Sempat Duel Dengan Korban

Marni yang mengalami luka jahitan di wajah, bibir, kepala belakang, telinga kiri, hingga tangan,  masih mengingat jelas bagaimana pelaku tiba-tiba berada di dalam rumah kontrakannya saat ia sedang tidur seorang diri. 

Suaminya saat itu tengah bekerja di perusahaan kelapa sawit.

Menurut Marni, sebelum kejadian rumahnya mendadak gelap.

 Ia menduga arus listrik sengaja dipadamkan oleh pelaku untuk mempermudah aksi.

Tak lama kemudian, pelaku masuk ke kamar dan langsung menyerangnya.

“Wajah saya dibekap dengan bantal dan badan saya ditindih. Saya kaget sekali, langsung berusaha melawan dan menendang pelaku,” ujar Marni, Sabtu (21/2/2026). 

Dalam kondisi panik, Marni mencoba mempertahankan diri. Namun situasi semakin berbahaya ketika pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengarahkannya ke tubuhnya.

Ia sempat memegang senjata tersebut, tetapi pelaku kemudian mengambil linggis yang ada di dalam rumah dan menghantam wajah serta kepala korban.

“Saya sempat pegang senjatanya, tapi dia ambil linggis dari dalam rumah lalu memukul saya,” katanya lirih.

Meski mengalami luka cukup parah, Marni mengaku tidak ada barang berharga yang hilang dari rumahnya. Ia menduga pelaku masuk melalui pintu depan.

“Dia kayaknya masuk dari depan. Tidak ada barang yang hilang di rumah,” jelasnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved