Berita Kaltim

Asyik Berenang, Bocah 11 Tahun Kritis Usai Diterkam Buaya  

Seorang bocah 11 tahun di Kampung Nelayan Selambai, Kelurahan Loktuan, Kota Bontang terluka setelah diserang buaya

Tayang:
Editor: Hari Widodo
TribunKaltim.co/HO Bhabinkamtibmas Loktuan
DITERKAM BUAYA - Seekor buaya yang menyerang remaja berusia 11 tahun, berada di bawah kolong rumah warga di Kampung Nelayan Selambai, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, Sabtu (28/2/2026). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BONTANG - Seorang bocah 11 tahun di Kampung Nelayan Selambai, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur telah menjadi korban serangan buaya, Sabtu (28/2/2026).

Setelah menjalani perawatan intensif, hingga saat ini kondisi bocah bernama Abisar tersebut masih dalam kondisi kritis.

Bocah yang menjadi korban keganasan predator tersebut, hingga Selasa (2/3/2026) masih dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri.

Abisar kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit setempat setelah mengalami luka serius akibat serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Serangan buaya tersebut terjadi  di kawasan rawa-rawa tembusan Selambai. 

Bhabinkamtibmas Loktuan Aiptu Bambang Sumantri mengatakan, serangan buaya itu tidak jauh dari permukiman warga.

Serangan buaya terjadi, saat korban dan teman-temannya tengah berenang sekitar pukul 14.00 Wita. 

Korban tidak menyadari, bahaya tengah mengancam. Seekor buaya tengah mengintai keberadaan mereka.

“Saat itulah, korban diterkam buaya. Ada luka di bagian leher dan kepala akibat gigitan. di bagian perut juga,” ujar Bambang, kepada Tribunkaltim, Sabtu (28/2/2026). 

Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke darat. 

Menurut Bambang, buaya itu diperkirakan berukuran sekitar 4,5 meter langsung menghilang setelah menyerang.

 “Perkiraan panjangnya sekitar 4,5 meter. Setelah menyerang, buayanya kabur,” katanya.

Korban kemudian dilarikan ke untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, Abisar masih menjalani operasi dan perawatan intensif.

Terpisah Lurah Loktuan Supriadi membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, insiden berlangsung cepat ketika anak-anak masih berenang di kolong rumah saat kondisi air mulai pasang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved