Mom and Kids

Elma Jalila Jadi Suka Berinteraksi dan Menyapa 

Lahir dari keluarga yang suka berkesenian, tak heran jika Elma Jalila Ashieqa suka menari dan menyanyi.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Elma Jalila Ashieqa saat tampil menyanyi 

Lahir dari keluarga yang suka berkesenian, tak heran jika Elma Jalila Ashieqa suka menari dan menyanyi.

Urusan menyanyi diajarkan oleh mamahnya yang punya darah seni dari orangtua atau kakeknya Elma yang dulu punya grup orkes.

Elma yang lahir di Banjarmasin pada 4 Februari 2020 dan saat ini bersekolah TK Nol Kecil, suka lagu APT dari Bruno Mars. Selain itu ia juga suka lagu Kesepian karena mamah papahnya sama-sama bekerja.

Anak dari Haris Ramaji dan Dina Budi Sartika, warga Lingkar Dalam Selatan, Komplek LDS Asri, Banjarmasin ini tidak pemalu dan suka berinteraksi, suka menyapa siapa saja sebelum tampil.

"Elma memang disiapkan untuk berkontestasi, makanya dilatih tiap hari, ikut latihan privat dan dukungan penuh dari kami," jelas Dina, sembari mengatakan bahwa Elma sejak usia tiga tahun sudah terlihat bakat menyanyi dan menari.

Sebelum tampil di panggung Elma dikasih stimulus dan dokrin dari papahnya supaya tampil tidak malu dan tidak gugup.

Papahnya memotivasi harus berani, suaranya harus nyaring dan Elma merekam semua instruksi itu. 

"Alhamdulillah Elma tampil tidak mengecewakan untuk anak usia 5 tahun. Elma sudah hebat," kata Dina, seraya mengatakan Elma memang mengidolakan papahnya.

Elma termasuk anak yang cerdas, ditanya selalu nyambung jawabannya. Makanya orangtuanya kagum mendengar jawaban yang diluar dugaan.

Menurut Dina, putrinya itu menyenangkan, jujur dan punya pendirian, kalau dia tidak mau, tetap tidak mau. 

Sebagai orangtua, pihaknya memberikan support penuh dan memfasilitasi apa yang dia perlukan untuk menunjang itu semua.

Harapan sebagai orangtua, Elma bisa berprestasi di setiap lomba dan membanggakan.

Elma yang merupakan Finalis Nanang Galuh Cilik 2025, sangat senang dan antusias mengikuti lomba, sangat bersemangat, bahkan sampai tidak mau pulang.

"Sementara ini untuk pembinaan bakatnya hanya kami sebagai orangtua yang membinanya secara otodidak, tapi ke depannya melihat potensi Elma apakah nanti  diikutkan kursus atau pelatihan yang menunjang bakatnya," tandas Dina. 

Orangtua berperan penting dalam pengasuhan anak dan papah serta mamahnya Elma membagi aktivitas sesuai porsinya.

"Semua kami bagi sesuai porsinya, ada waktu sekolah, ada waktu bermain, ada waktu latihan, ada waktu istirahat, supaya  dia tidak kehilangan masa kecilnya," seloroh sang mamah, Dina.

Diakui, sebagai orangtua tidak punya strategi khusus, hanya sebatas motivasi dan doktrin yang disampaikan papahnya.

Selain itu lebih menekankan supaya Elma banyak bergaul, karena suatu hari saat dia dewasa akan sangat berguna, karena banyak networking.

"Sebab pintar akademis saja tidak cukup sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan yang keras, harus punya network," tandasnya. (Salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved