Perjuangan Guru Honor Kalsel

Berakhir 25 September 2005, Ini Jadwal Pendaftaran Program Pendidikan Profesi Guru di Balangan

Sejumlah guru di Kabupaten Balangan kembali mendapat kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas melalui

|
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Edi Nugroho
dokumentasi banjarmasinpost.co.id
GURU HONORER-Sejumlah guru honorer sekolah dasar negeri sedang antri di loket pelayanan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Selasa (2_5_2023). Berakhir 25 September 2005, Ini Jadwal Pendaftaran Program Pendidikan Profesi Guru di Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Sejumlah guru di Kabupaten Balangan kembali mendapat kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 

Pendaftaran PPG dimulai pada Sabtu (20/9) hingga Kamis (25/9) dengan mengisi formulir dan persyaratan melalui situs atau aplikasi SIMPKB.

Kesempatan untuk PPG ini diberikan kepada para guru yang namanya sudah terdaftar dalam Dapodik nasional, yang mana akan ada pemanggilan atau pemberitahuan kepada masing-masing calon peserta PPG tersebut.

“Bagi guru yang mengikuti PPG, bukan hanya untuk peningkatan kualitas, tapi juga kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui program sertifikasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balangan, Abiji, Senin.

Baca juga: IGI Banjarmasin Perkirakan Masih Ada 100 Guru Masih Berstatus Honorer

Baca juga: BKD Banjarmasin Sebut Guru Honorer Masih Ada Peluang Jadi PPPK

Kesempatan terutama diberikan kepada guru yang terdaftar dalam Dapodik dan sudah lama mengajar pada satuan pendidikannya.

Khusus bagi guru honorer yang ikut PPG dan sudah bersertifikasi, menurut Abiji, akan mendapat tunjangan sekitar Rp 2 juta. Sementara bagi ASN akan mendapat tunjangan satu kali gaji atau UMR.

Bagi guru ASN, PPG untuk menunjang karier menjadi kepala sekolah.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Banjarmasin Muhammad Ali Wardana, menyebut sebagian besar guru honorer di kota ini sudah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) .

Termasuk yang sudah mengikuti PPG. Status mereka terbagi dalam PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu.

Meski demikian, Ali mengakui pihaknya belum bisa merincikan jumlah guru honorer yang tersisa. IGI Banjarmasin masih melakukan pembaruan data di lapangan.

“Kisaran puluhan sampai 100 guru yang masih honorer. Tapi untuk jumlah pastinya kami masih pendataan ulang,” katanya.

Ia menambahkan, setelah proses pendataan selesai, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin. Tujuannya untuk mencari solusi terkait nasib guru yang belum terangkat.

Sementara proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Banjarmasin masih berlangsung. 

Total alokasi PPPK Paruh Waktu yang diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN)  sebayak 1.883 orang. Masing-masing untuk tenaga kesehatan, tenaga teknis dan tenaga guru.

Khusus Guru, alokasi yang disetujui BKN sebanyak 505 orang. 

Meski demikian, menurut Kepala BKD Diklat Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto,masih ada sebagian guru yang belum menyandang status PPPK.

 “Mungkin masih ada honorer yang sudah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), tapi belum menerima status PPPK,” katanya, Senin (22/9).

Berkaitan dengan rencana penghapusan honorer pada 2026, Totok menyebut masih ada peluang bagi para guru yang belum beruntung.

 “Tetap mereka masih memiliki kesempatan menjadi PPPK, asalkan yang bersangkutan mau ikut tes,” jelasnya.

Masih adanya guru honerer yang belum menjadi PPPK, menurut Totok, disebabkan sejumlah hal. “Di antaranya yang bersangkutan mungkin masih menyelesaikan pendidikan,” ujarnya. (mel/ell)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved