Proyek Pemprov Dievaluasi
Banggar DPRD Kalsel Tekankan Pembahasan Belanja Pembangunan Digelar Lebih Awal
Sejumlah anggota Banggar DPRD Kalsel merespon Rancangan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Kalimantan
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejumlah anggota Banggar DPRD Kalsel merespon Rancangan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 yang diproyeksi mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya
Kabar penurunan pendapatan ini langsung memunculkan kekhawatiran sejumlah anggota Banggar.
Husnul dari Fraksi Gerindra menekankan agar pembahasan belanja pembangunan dilakukan lebih detail agar program benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.
Sementara Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dari Fraksi Golkar menyoroti potensi pemasukan daerah, termasuk kontribusi BUMD.
Baca juga: Makan Ayam Tidak Segar, 1.333 Pelajar di Bandung Barat Keracunan Makan Bergizi Gratis
Baca juga: Belasan Gelar Guru Besar ULM Dikabarkan Dicopot, Mahasiswa Desak Kampus Umumkan Terbuka
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 diproyeksi mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Dari di atas Rp 10 triliun, bakal hanya sekitar Rp 7,24 triliun.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kalsel Muhammad Syarifuddin menyampaikan hal ini dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel di Banjarmasin, Kamis (25/9).
Menurut Syarifuddin, penurunan drastis itu terutama disebabkan oleh turunnya pos pendapatan transfer dari pemerintah pusat. Semula dialokasikan Rp 4,78 triliun. Namun setelah keluarnya Surat Menteri Keuangan Nomor S-62/PK/2025, angkanya dikoreksi menjadi Rp 2,61 triliun atau turun sekitar 40,47 persen.
“Kesepakatan Juli lalu, RAPBD 2026 diplot Rp 9,42 triliun. Tapi dengan adanya surat Menkeu, pendapatan transfer berkurang hampir separuh, sehingga turun menjadi Rp 7,24 triliun,” jelasnya.
Meski demikian, Syarifudin memastikan belanja pegawai tetap aman. Ia juga menepis kekhawatiran potensi dampak terhadap pembangunan. “Semua aman, insya Allah mampu. Karena ini masih ada peluang berubah seiring pendapatan daerah yang bisa ditingkatkan,” ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id.muhammad syaiful riki)
| Dana Transfer Pemerintah Pusat Turun, Wakil Ketua DPRD Banjar: Siap Korbankan Kegiatan Kedewanan |
|
|---|
| DPRD Minta Pemkab Banjar Upayakan Peningkatan Pendapatan Daerah, Optimalkan Intensifikasi Pajak |
|
|---|
| Wakil Ketua Banggar DPRD Kalsel Sebut Akan Sisir Ulang Proyek-proyek Dalam RAPBD 2026 |
|
|---|
| Jaga Stabilitas Pembangunan dan Pelayanan Publik, Pemko Banjarbaru Perlu Lakukan Efisiensi |
|
|---|
| DPRD Kalsel Evaluasi Proyek Pemprov, RAPBD 2026 Diproyeksi Cuma Rp 7,24 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/RAPAT-Rapat-pembahasan-bersama-Badan-Anggaran.jpg)