Berita Banjarmasin

Rumah Arbani Hangus Terbakar, Warga RT 06 Belitung Laut Berduka

Arbani (40) tampak berdiri kebingungan di depan puing-puing rumahnya yang baru saja dilalap api. Minggu malam (2/11/2025)

Penulis: Saiful Rahman | Editor: Ratino Taufik
Banjarmasinpost.co.id/saifurrahman
KORBAN KEBAKARAN -Arbani (40) tampak berdiri kebingungan di depan puing-puing rumahnya yang baru saja dilalap api. Rumah bantuan yang selama ini menjadi satu-satunya tempat tinggalnya kini tinggal rangka hangus dan abu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah gelapnya malam dan kepulan asap yang belum sepenuhnya hilang, Arbani (40) tampak berdiri kebingungan di depan puing-puing rumahnya yang baru saja dilalap api. Minggu malam (2/11/2025)

Rumah bantuan yang selama ini menjadi satu-satunya tempat tinggalnya kini tinggal rangka hangus dan abu dikelilingi garis polisi.

“Di muka tadi tuh duduk, ada suara jar tadi kebakaran jar. Kadada pang aku memasak. Aku kada tahu juga (Saya di depan rumah duduk, ada teriakan kebakaran. Saya tidak sedang memasak, sayapun tidak tahu sebabnya),” ujar Arbani dengan nada bingung, mencoba mengingat apa yang terjadi.

Arbani hidup sebatang kara di Gang Rundun, Belitung Laut RT 06, Banjarmasin Barat. Ia mengalami gangguan penglihatan dan memiliki riwayat kejiwaan yang membuatnya sulit beraktivitas sendiri.

“Mataku rabun tidak melihat, orang memadahi dari luar. Api-api jar, langsung keluar. Langsung di semproti buhan BPK (Mata saya rabun tidak jelas melihat, orang memberitahu dari luar. Api-api, sayapun keluar, dan petugas menyirami api)," katanya, menceritakan detik-detik saat api mulai membesar.

Baca juga: Tak Hanya Kalah dari AC Milan, AS Roma Kehilangan Dybala, Beda Nasib Inter Milan dalam Hasil Serie A

Dari cerita Arbani masih belum bisa disimpulkan dugaan asal kemunculan api. Namun, Arbani mencoba mengingat bahwa ada obat nyamuk entah dalam kondisi menyala ataupun tidak.

“Paling obat nyamuk di situ. Di tempat kompor minyak itu. Bekas siang tadi,” ucapnya pelan mencoba mengingat

Ketua Rt 06 di lokasi menyebut rumah tersebut merupakan bantuan dari warga sekitar. Warga sekitar pun selama ini dikatakan rutin membantu, termasuk mengantar makanan agar Arbani tidak perlu memasak sendiri.

“Rumah bantuan oleh warga ini. Udah lama ini. Kejiwaan kadang-kadang kumat, tapi sekarang sudah tidak lagi. Tapi yang dikhawatirkan dia kan tinggal sendiri, jadi masyarakat sudah menegur jangan memasak biar kami yang mengantar makananan,” ujar Ali Ketua Rt 06

Meskipun warga telah mengingatkan Arbani untuk tidak memasak sendiri karena kondisi kejiwaannya dan penglihatannya yang rabun, Ia masih kerap terlihat memasak di depan rumah, menggunakan susunan bata sebagai tungku.

“Saya sering lewat kadang dia masak di pinggir jalan sini, nah kita tidak tahu kalau hari hujan yah. Kalau tidak hujan dia masaknya di pinggir jalan ini pakai bata,” terang Bripka Dion, anggota Babinkamtibmas Belitung Utara.

Arbani hanya bisa pasrah menatap puing-puing rumahnya dengan matanya yang rabun, Ia coba mengusap matanya berharap jelas terlihat. Ia pun kemudian dituntun oleh warga yang berusaha menenangkan.

“Ah habiskah aduhh, ulun kada melihat,” lirihnya, menggambarkan kehilangan yang tak terucap.(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved