Berita Tabalong

Digoyang Aksi Demo Protes PHK Dua Karyawan di Tabalong, Ini Respon dari Pihak Perusahaan

Digoyang aksi demo protes Pemutusan hubungan kerja (PHK) dua karyawan, ini respon dari PT Saptaindra Sejati (SIS).

Penulis: Dony Usman | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasin Post/Dony Usman
PROTES- Ketua DPC FSP KEP Tabalong, Sahrul saat berbicara dengan dengan petugas keamanan di dekat jalan hauling Adaro, Rabu (26/11/2025). Digoyang Aksi Demo Protes PHK Dua Karyawan di Tabalong, Ini Respon dari Pihak Perusahaan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Digoyang aksi demo protes Pemutusan hubungan kerja (PHK) dua karyawan, ini respon dari PT Saptaindra Sejati (SIS).

Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan PT Saptaindra Sejati (SIS) terhadap dua karyawannya, berbuntut aksi protes. 

Protes dilakukan perwakilan DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP) Kabupaten Tabalong, Rabu (26/11/2025).

Pantauan banjarmasinpost.co.id, awalnya 15 orang dari DPC FSP KEP Tabalong dengan pita merah terikat di lengan kiri datang ke Simpang Bajut yang saat itu sudah ada sejumlah sekuriti perusahaan. 

Baca juga: Daftar Personel Korban Pemerasan Kombes Julihan, Modus Cari-cari Kesalahan Anggota Polisi

Baca juga: 1.361 Warga di Kecamatan Awayan Balangan Terima BLTS, Penerima Manfaat Harus Bawa KTP

Selain itu di lokasi juga telah ada personel Polres Tabalong dan Kodim 1008/Tabalong yang turut lakukan pengamanan terkait adanya rencana aksi yang sudah diberitahukan DPC FSP KEP Tabalong.

Di lokasi itu, awalnya perwakilan DPC FSP KEP Tabalong berencana lakukan aksi protes dengan menutup aktivitas jalan hauling Adaro di simpang Bajut, Kecamatan Tanta. 

Namun rencana aksi unjuk rasa dengan menutup aktivitas jalan hauling urung dilakukan karena sudah ada sekuriti perusahaan yang berjaga.

Setelah sempat dilakukan negosiasi di lokasi, akhirnya perwakilan DPC FSP KEP Tabalong mau untuk menggelar mediasi dengan perusahaan. 

Pihak DPC FSP KEP Tabalong memilih Polres Tabalong untuk dijadikan tempat mediasi karena menilai sebagai pihak yang dianggap netral.

Dari situ kemudian FSP KEP Tabalong bersama pihak perusahaan bergeser ke Mapolres Tabalong untuk menggelar pertemuan. 

Ketua DPC FSP KEP Tabalong, Sahrul yang ditemui usai pertemuan membenarkan bila awalnya bentuk protes terhadap PHK dua rekannya dilakukan dengan akan menutup jalan hauling.

"Rencana mau penutupan, penyetopan transportasi bermuatan di hauling Adaro, kami mau sampaikan pendapat di sana," kata Sahrul didampingi pengurus lainnya. 

Namun karena menurutnya dihalangi petugas sekuriti dan dalam aksi ini mereka memang tidak mau cari keributan maka memilih mengalah untuk tidak jadi lakukan aksi di jalan hauling.

Meski begitu ia tetap menyatakan keberatan atas kejadian ini karena mengganggap telah dihalang-halangi saat akan lakukan aksi dan posisi saat dihalangi masih belum masuk di jalan hauling.

Sahrul juga menyampaikan aksi ini dilakukan sebagai reaksi atas adanya PHK yang dilakukan PT SIS terhadap dua karyawannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved