Berita Balangan

Usung Gerakan Warga Bantu Warga, Para Pemuda Ini Terjun Jadi Relawan Pasca Banjir di Balangan

Gerakan kemanusiaan ini berlangsung selama lima hari, sejak 31 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Ratino Taufik
Istimewa
RELAWAN - Tim relawan muda membagikan bantuan kepada korban terdampak banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Mengusung semangat solidaritas bertajuk warga bantu warga, sejumlah pemuda berinisiatif terjun langsung menjadi relawan pasca bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan. 

Gerakan kemanusiaan ini berlangsung selama lima hari, sejak 31 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dengan fokus utama pada pemulihan warga terdampak secara bertahap dan berkelanjutan.

Tidak hanya hadir sebagai relawan lapangan, para pemuda ini juga berupaya menggerakkan masyarakat setempat agar turut bahu-membahu dalam proses pemulihan.

Terkait bantuan ini, warga terdampak, Ciman Malik, mengaku sangat terbantu dengan pendekatan yang dilakukan para relawan. Menurutnya, para relawan tersebut datang bukan hanya membawa bantuan, tapi juga mengajak bergerak bersama. 

"Rasanya kami tidak sendirian menghadapi semua ini,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran para relawan. Terlebih lanjutnya kehadiran para pemuda terbaik banua tersebut datang dan menggalang donasi ,merangkul semua pemuda untuk sama-sama bergerak dalam penyaluran bantuan hingga merata. Gerakan ini ujarnya bukan atas nama mereka pribadi, mereka memberi tagar #Wargabantuwarga.

Baca juga: Terdampak Banjir di Banjarbaru, Taridah dan Dua Anaknya Pilih Tidur di Atas Jembatan

Salah satu relawan, Abdurrahman Hakim, menegaskan bahwa gerakan ini tidak dimaksudkan sebagai aksi sepihak.

“Sejak awal kami sadar, pemulihan tidak bisa dilakukan sendiri. Yang paling penting justru bagaimana warga setempat ikut terlibat, saling menguatkan, dan bergerak bersama. Kami hanya memantik, selebihnya warga sendirilah yang menjadi kekuatan utama,” ungkapnya.

Abdurrahman menambahkan, keterlibatan warga lokal menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. 

Melalui komunikasi langsung dengan tokoh masyarakat dan warga terdampak, proses pemulihan dijalankan secara gotong royong dan penuh kesadaran bersama.

Relawan lainnya, Fareh Sahli, memaparkan bahwa gerakan ini disusun melalui beberapa tahapan yang terencana selama lima hari.

“Hari pertama kami fokus observasi kondisi lapangan, dilanjutkan survei kebutuhan dan pendataan korban terdampak. Setelah itu kami menyusun prioritas bantuan, dan pada hari terakhir dilakukan penyaluran secara langsung,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya ketepatan jenis bantuan yang disalurkan kepada warga. Sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan warga, bukan sekadar simbolis. Dimana pihaknya fokus pada aspek yang belum banyak tersentuh.

Adapun bantuan yang disalurkan bukan sekadar bantuan umum, melainkan barang-barang yang saat ini benar-benar dibutuhkan warga, terutama yang belum terpenuhi melalui jalur bantuan lainnya. 

Ungkap Fareh, pada bidang pendidikan, relawan menyalurkan buku bacaan, alat tulis, serta perlengkapan ATK untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak yang sempat terhenti pasca banjir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved