Berita Banjar

Demplot Inpari 32 Mulai Digarap, Dinas Pertanian Banjar Uji Mekanisasi Tanam

Lahan percontohan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi di Kabupaten Banjar mulai ditanami varietas unggul Inpari 32

Tayang:
banjarmasinpost.co.id/HO-Restiani
INPARI-Suasana pertanian Inpari diujicobakan di Kabupaten Banjar. 


BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Upaya meningkatkan produktivitas padi terus dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar

Awal Februari 2026, lahan percontohan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi mulai ditanami varietas unggul Inpari 32 sebagai bagian dari uji budi daya sekaligus penerapan mekanisasi pertanian.

Penanaman dilakukan di area demplot milik dinas yang selama ini difungsikan sebagai lokasi praktik dan peragaan teknologi pertanian.

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura bersama jajaran teknis.

Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jumiadi, Jumat (13/2/2026) mengatakan, lahan percontohan ini tidak semata-mata ditujukan untuk produksi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi petani.

“Di sini petani bisa melihat langsung bagaimana penerapan budi daya yang lebih efisien, mulai dari pemilihan varietas sampai penggunaan alat mesin pertanian,” ujarnya.

Baca juga: Angin Kencang Terjang Kabupaten Banjar, Dua Rumah di Sungai Kupang dan Tatah Jeruju Terdampak

Varietas Inpari 32 dipilih karena dikenal memiliki potensi hasil yang cukup tinggi dan relatif adaptif di berbagai kondisi lahan. 

Selain itu, kualitas gabahnya dinilai sesuai dengan kebutuhan petani dan pasar.

Pada musim tanam kali ini, proses tanam direncanakan menggunakan rice transplanter atau alat tanam padi modern. Penggunaan mesin tersebut diharapkan mempercepat proses tanam, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, serta menghasilkan jarak tanam yang lebih seragam.

Menurut Jumiadi, penerapan mekanisasi menjadi salah satu langkah penting untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha tani. 

“Dengan tanam yang lebih rapi dan seragam, potensi hasil juga bisa lebih optimal,” jelasnya.

Kadis Pertanian Banjar, Warsita berharap  hasil dari demplot tersebut nantinya bisa menjadi rujukan bagi petani di wilayah sekitar dalam mengembangkan usaha tani padi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian serta menjaga ketersediaan pangan di daerah. 

Dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi, produktivitas pertanian di Kabupaten Banjar diharapkan terus mengalami peningkatan dari musim ke musim. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved