Berita Banjarbaru

Harga Bahan Pokok Penting Mulai Terkendali, Disdag Kalsel Terus Gelar Pasar Murah

Pemantauan rutin terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga di pasaran.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Ratino Taufik
Istimewa/Disdag Kalsel
PASAR MURAH - Pasar Murah yang digelar Disdag Kalsel. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Perdagangan memastikan harga bahan pokok penting (bapokting) di Kalimantan Selatan pada pekan pertama hingga menjelang pekan kedua Ramadan dalam kondisi stabil. 

Pemantauan rutin terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga di pasaran.

“Harapan kami harga semakin terpantau dan terkendali,” ujar Dinas Perdagangan Kalsel, H Achmad Bagiawan, Selasa (3/3/2026)

Dari laporan yang diterima pihaknya, sejumlah komoditas utama dilaporkan dalam kondisi aman. Harga gula, bawang, telur, dan ayam relatif stabil. 

Ayam pedaging saat ini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Meski demikian, pemerintah berharap harga bisa ditekan hingga Rp35.000 per kilogram atau bahkan lebih rendah.

Untuk bawang, harga kini berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram. 

Angka tersebut dinilai sudah aman setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp40.000 per kilogram.

"Bawang ini termasuk komoditas yang naik sebelummya dan bawang ini harganya sensitif karena bahan masih sebagian besar di pasar dari luar Kalsel," urainya.

Baca juga: Satpol PP Amankan 2.195 Liter Tuak Berikut Bahan Baku Pembuatannya dari Penjual di Banjarbaru

Sementara itu, harga cabai rawit dan cabai merah keriting masih bertahan di kisaran Rp50.000 per kilogram.

Kenaikan ini dipengaruhi dampak bencana banjir di sejumlah wilayah Indonesia yang menyebabkan banyak kebun cabai mengalami gagal panen.

Namun demikian, kondisi di Kalimantan Selatan relatif terbantu oleh sistem penanaman menggunakan polybag, khususnya di Kabupaten Tapin, sehingga pasokan cabai lokal tetap tersedia dan harga tidak melonjak terlalu tinggi.

Pemerintah berharap harga cabai dapat turun ke kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Untuk komoditas beras, Dinas Perdagangan memastikan stok dalam kondisi surplus. 

Masyarakat Banjar yang cenderung mengonsumsi beras lokal turut membantu menjaga stabilitas harga. Harga beras kemasan juga dilaporkan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Terkait telur, meski terdapat kenaikan sekitar Rp1.000, harga di kisaran Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogram dinilai masih dalam batas wajar. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved