Berita Tanahlaut

Puluhan Pemuda Tanahlaut Ikuti Seleksi dan Bimtek SP3, Pemkab Beri Sinyal Modal Usaha

Calon Sarjana Pemuda Pelopor Perdesaan (SP3) 2026 di Kabupaten Tanahlaut ikuti kegiatan Bimtek SP3, ini yang dibahas

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Irfani Rahman
Banjarmasin Post/BL Roynalendra N
BINTEK - Asisten II Setda Tala Masturi mewakili Bupati membuka Bimtek SP3 dan Korwil 2026 di Gedung Sarantang Saruntung, Pelaihari, Kamis (5/3). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Di tengah pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) calon Sarjana Pemuda Pelopor Perdesaan (SP3) 2026, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanahlaut (Tala) sedang membahas skema dukungan modal usaha bagi mereka ketika nanti ditempatkan di desa.

Kepala Dispora Tala, Rudi Imtihansyah, menegaskan bahwa inovasi di desa tidak cukup hanya dengan semangat dan insentif bulanan. 

“Kalau mereka ingin membuat pupuk kandang, pakan ternak, atau mengembangkan produk sesuai potensi desa, tentu perlu modal. Tentu tidak bisa mengandalkan insentif,” ujarnya. Kamis (5/3/2026).

Ia mengungkapkan, sebelumnya pernah ada skema hibah modal. Namun, pola tersebut kini perlu dikaji ulang agar tetap sesuai regulasi. 

Karena itu, pihaknya telah berdiskusi dengan Asisten II Setda Tala Masturi untuk mencari formulasi terbaik. 

Baca juga: Misteri Makam di Hutan Kota Pelaihari Tanahlaut, Jauhari Sebut Beberapa Kali Berpindah Secara Gaib

Baca juga: Enam Sapi Mati Bersamaan di Desa Pemuda Tanahlaut, Polisi Bergerak Selidiki Jenis Racun

“Insyaallah ada solusi. Anak-anak muda ini perlu dukungan nyata agar program pemberdayaan berjalan,” katanya.

Tahun ini, sebanyak 43 calon SP3 dan 33 calon korwil mengikuti seleksi sekaligus bimtek. Pembukaan bimtek bertempat di Gedung Sarantang Saruntung, Pelaihari. Dilanjutkan paparan materi pada Jumat besok di aula hotel di Kota Pelaihari. 

Pemateri yakni Asisten II Setda Tala, dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), dam tim pendukung lainnya.

Rudi menuturkan setelah seleksi, peserta yang lulus akan ditempatkan di 40 desa. Program ini ditargetkan menjangkau 130 desa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dengan evaluasi tahunan terhadap kinerja peserta.

Keberadaan mereka di desa diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam membangun desa melalui pengembangan potensi yang ada di desa. Bukan justru menjadi beban desa.

Mereka akan bertugas selama satu tahun dan berikutnya dapat diprioritaskan untuk mengikuti seleksi kembali hingga berakhirnya batas persyaratan yaitu hingga usia 30 tahun. Sesuai ketentuan, pemuda adalah orang yang berusia 16 hingga 30 tahun. Syaratainnya yakni belum menikah.

Asisten II Setda Tala, Masturi, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya peran SP3 sebagai agen transformasi ekonomi desa. 

Ia mengingatkan bahwa kemampuan keuangan daerah yang selama ini bertumpu pada sektor ekstraktif mulai menurun, sehingga dibutuhkan penguatan sektor budidaya, pertanian, dan ekonomi kreatif.

“Program ini jangan hanya administratif. Harus ada dampak ekonomi. Kalau ingin mendorong budidaya atau produksi, tentu harus dipikirkan juga aspek permodalannya,” ujar Masturi.

Dengan kolaborasi Dispora dan Setda, diharapkan SP3 tidak sekadar menjadi pendamping desa, tetapi motor penggerak inovasi berbasis potensi lokal. 

Dukungan modal usaha dinilai menjadi salah satu kunci agar gagasan para sarjana muda benar-benar terwujud dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan desa di Tanahlaut.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved