Berita Tanahlaut
Kenaikan Solar Non Subsidi Hambat Distribusi LPG di Tanahlaut, Libur Nasional Turut Berdampak
harga LPG di tingkat pangkalan saat ini berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung, tergantung lokasi dan biaya pengiriman.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Ratino Taufik
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kenaikan harga solar non subsidi mulai berdampak pada distribusi liquified petroleum gas (LPG) subsidi 3 kilogram (elpiji melon), termasuk di Kabupaten Tanahlaut (Tala).
Informasi dihimpun, Kamis (21/5/2026), beban biaya angkut yang meningkat membuat sejumlah agen menaikkan harga jual ke pangkalan. Sementara itu distribusi ke beberapa wilayah juga sempat tersendat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Tala H Hairul Rizal mengungkapkan kendala utama distribusi LPG saat ini berasal dari biaya operasional angkutan yang membengkak akibat kenaikan BBM non subsidi yang digunakan kendaraan agen.
“Perusahaan agen menggunakan BBM non subsidi, sehingga kenaikan harga solar menjadi beban tambahan biaya angkut distribusi gas LPG,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menerangkan sebagian besar harga LPG di tingkat agen masih bertahan di angka Rp 19 ribu per tabung. Namun, ada beberapa agen yang mulai menaikkan harga menjadi Rp 20 ribu dengan alasan penyesuaian biaya distribusi.
Sementara itu, harga LPG di tingkat pangkalan saat ini berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung, tergantung lokasi dan biaya pengiriman.
Baca juga: Terjaring Operasi Pekat, Puluhan Pasangan Bukan Suami Istri di Angkut Satpol PP Tanahbumbu
Selain faktor kenaikan BBM, distribusi LPG juga sempat mengalami keterlambatan akibat banyaknya hari libur nasional selama Mei 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan operasional Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tutup pada beberapa hari tertentu.
“Stok di beberapa pangkalan memang sedikit terhambat karena cukup banyak hari libur dan tanggal merah, sehingga SPBE ikut tutup,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan hingga kini tak ditemukan adanya praktik penimbunan LPG baik di tingkat pangkalan maupun pengecer.
Pemerintah daerah pun terus memantau distribusi LPG agar pasokan tetap tersedia dan harga di tingkat masyarakat tidak mengalami lonjakan signifikan.
Sejumlah warga di daerah ini berharap pasokan elpiji melon dapat kembali lancar. Apalagi dalam waktudekat terjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah yang berkecenderungan lonjakan serapan elpiji.
"Kalau banyak yang mencari elpiji melon sedangkan pasokan tak lancar kan pasti bakal naik harga di eceran. Sekarang saja kan sudah lumayan mahal kalau nyari di eceran," ucap Halimah, warga Pelaihari. (banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)
| Perusahaan Tambang Hibahkan Alat Berat ke Politala, Mahasiswa Diminta Siap Hadapi Dunia Industri |
|
|---|
| Izin Kemenag RI Terbit, STAI Asy-Syuhada Pelaihari Tanahlaut Segera Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru |
|
|---|
| SMPN 1 Pelaihari Dominasi FLS3N Tingkat Tanahlaut, Tari Kreasi Jadi Andalan Melaju ke Provinsi |
|
|---|
| Formula yang Ditawarkan Pemkab Tanahlaut Kalsel untuk Atasi Difisitnya Kuota Solar Subsidi Nelayan |
|
|---|
| SPBUN Kualatambangan Tanahlaut Bantah Dugaan Penyimpangan Solar Subsidi, Sebut Hal Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ANTUSIAS-Warga-antusias-belanja-elpiji-melon-di-lokasi-pasar-murah-di-Kecamatan-Batuampar.jpg)